Cineam.net

3 Komponen Ajaran Islam: Aqidah, Syariah dan Akhlak

3 Komponen Ajaran Islam - Ajaran agama Islam terdiri dari 3 komponen pokok, diantaranya yaitu: aqidah, syariah dan akhlak. Ini merupakan perkara yang harus diketahui, diyakini serta di amalkan dengan ilmu. Semuanya merupakan kesatuan dan memisahkannya suatu kesesatan. 3 komponen pokok ajaran Islam ini biasa disebut juga trilogi ajaran Islam.

3 Komponen Ajaran Islam: Aqidah, Syariah dan Akhlak

3 Komponen Ajaran Islam

Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin yang memiliki ajaran yang sangat sempurna. Semua permasalahan dalam kehidupan diatur oleh ajaran Islam ini. Berikut penjelasan dari masing-masing 3 komponen ajaran Islam: aqidah, syariah dan akhlak.

1. Aqidah

Pengertian Aqidah dalam Islam adalah suatu sistem kepercayaan sebagaimana diajarkan dalam Quran dan Sunnah Rasul ﷺ. Di dalam doktrin Islam, aqidah itu berintikan ajaran tauhid. Yaitu bahwa manusia sebagai makhluk Allah ﷻ memiliki suatu keyakinan tentang ke-Maha Esa-an Allah ﷻ. Allah ﷻ itu Maha Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya. Allah ﷻ tidak beranak tidak pula diperanakan dan tiada satu makhlukpun yang menyerupai-Nya. Hal ini dinyatakan dalam Qur'an surat Al-Ikhlas:

Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. (Al-Ikhlas 1-4)

Disamping mengakui eksistensi Allah yang Maha Tunggal, manusia juga harus mengakui pula eksistensi Malaikat, eksistensi para Nabi dan Rasul. Dari Nabi Adam A.S sampai Nabi Muhammad ﷺ, sebagai Rasul dan sebagai Nabi penutup akhir zaman. Manusia dituntut untuk beriman pula sekurangnya pada empat kitab suci yang telah Allah ﷻ turunkan. Yaitu Zabur (diturunkan kepada Nabi Daud A.S), Taurat (diturunkan kepada Nabi Musa A.S), Injil (diturunkan kepada Nabi Isa A.S). Dan Qur'an (diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ).

Manusia wajib percaya pula pada eksistensi akhirat (hari pembalasan). Disana Allah ﷻ telah menyediakan bagi manusia tempat kembali untuk selama-lamanya, yaitu surga dan neraka. Manusia wajib pula beriman kepada qadha dan qadar Allah ﷻ. Dalam konsep Islam, iman merupakan landasan dasar bagi kehidupan manusia.

Karena itu salah satu misi utama para Rasul sejak Nabi Adam A.S sampai dengan Nabi Muhammad ﷺ. Adalah menyampaikan da'wah (seruan). Supaya mereka mengetahui dan menyadari bahwa tiada Tuhan yang (patut) disembah selain Allah. Konsep tauhid dalam bahasa asalnya adalah La ilaha illa Allah. Karena itu, dalam sejarah para Rasul sejak Nabi Adam A.S sampai dengan Nabi Muhammad ﷺ. Misi utama yang mereka sampaikan pada umat manusia adalah satu misi yang sama, yaitu Islam yang berintikan ajaran tauhid.

2. Syariah

Pengertian syariah, yaitu sistem hukum Islam yang bersumber dari Qur'an, Sunnah Rasul dan al-Ra'yu. Syariah adalah suatu sistem hukum yang komprehensif yang bersumber utama dari wahyu Allah. Mengatur dua dimensi hubungan yaitu Hablumminallah (hubungan manusia dengan Allah) dan Hablumminannas (hubungan manusia dengan manusia lainnya). Baik sebagai anggota masyarakat, warga negara maupun hubungan antar negara. Dengan perkataan lain, syariah mengatur bidang-bidang ibadah dan mu'amalah (kemasyarakatan). Karena itu, syariah (hukum Islam) sangat berbeda dengan sistem hukum sekuler produk pemikiran manusia. Yang semata-mata menekankan hubungan antara manusia dengan manusia.

3. Akhlak

Pengertian akhlak, yaitu sistem etika dan estetika yang diajarkan melalui Qur'an dan Sunnah Rasul. Kaidah-kaidah akhlak telah dirumuskan dalam Qur'an dan kemudian dijabarkan dalam Sunnah Rasul. Baik yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah maupun hubungan manusia dengan manusia. Beberapa konsep dasar akhlak adalah taqwa, ihsan, ikhlas, al-birr, tawadhu', Al-Amru bil Ma'ruf wan Nahyi 'Anil Mungkar (perintah melakukan hal-hal yang baik dan larangan melakukan perbuatan-perbuatan jahat) Al-'Imran: 104, 110 dan 114.

Nilai-nilai akhlak dalam Islam bertujuan untuk mendorong manusia supaya mampu membentuk jati dirinya sebagai seorang muslim yang memilili Akhlakul Karimah. Sehingga ia mampu menjalani kehidupan duniawiyah dengan baik dan benar. Untuk menuju kesejahteraan hidup ukhrawiyah sesuai dengan petunjuk Qur'an dan pesan-pesan Rasulullah ﷺ. Dengan demikian Akhlakul Karimah itu menjadi salah satu pedoman hidup baginya setelah aqidah dan syariah.

Sesungguhnya dua komponen besar dalam Islam, yaitu syariah dan akhlak, tetap berintikan ajaran tauhid dan sekaligus pula merupakan perwujudan iman. Apabila seorang manusia telah beriman sesuai dengan ajaran Islam, maka seyogyanya ia mampu menjalani kehidupan sesuai tuntunan Qur'an dan Sunnah. Secara kongkrit keimanan yang telah ia miliki itu ditransformasikan ke dalam perilaku kehidupannya sehari-hari yang mencerminkan ajaran Islam.

Mengamalkan Ajaran Islam

Sebagai orang beriman, ia telah memiliki suatu komitmen yang kuat dan penuh kesadaran mengamalkan seluruh ajaran Islam, termasuk syariah Islam. Dalam struktur Islam, iman merupakan fondasi utama dalam diri setiap muslim. Apabila fondasinya kuat, maka ia mampu menjalani kehidupan ini sesuai dengan ajaran Islam. Setiap mu'min dituntut selama hayatnya untuk beramal saleh.

Demi masa. sesungguhnya manusia dalam keadaan rugi kecuali mereka yang beriman, mereka yang beramal shaleh. Mereka yang saling berpesan supaya menegakan kebenaran, dan mereka yang saling berpesan supaya saling bersikap sabar. (Al-'Ashri 1-3)

Dalam surat Al-'Ashri, Allah ﷻ mengingatkan manusia bahwa apabila manusia tidak melaksanakan empat macam pesan Qur'an tersebut, yaitu (1) Iman, (2) amal shaleh, (3) saling berwasiat menegakan kebenaran, (4) dan saling berwasiat bersikap sabar, maka manusia dikategorikan dalam keadaan rugi. Iman sangat erat kaitannya dengan amal shaleh. Dalam Islam, orang-orang yang hanya berbuat baik saja tanpa dilandasi oleh iman, maka seluruh perbuatannya akan sia-sia. Tidak ada maknanya dalam pandangan Allah ﷻ. Ditegaskan dalam surat An-Nur ayat 39.

Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga. Tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya." (An-Nur ayat 39)

Karena itu, apabila manusia telah mengikrarkan keimanannya sebagaimana diajarkan dalam Islam. Maka keimanannya itu harus ditindaklanjuti dengan perbuatan (amal shaleh) yang merupakan amal ibadah maupun amal mu'amalah. Misalnya ibadah mahdhah seperi shalat, puasa, zakat, haji dan lain-lain. Yang kemudian ditindaklanjuti dengan mu'amalah, misalnya, menolong sesama manusia (ta'awun) dalam bentuk zakat, infaq, shadaqah dan lain-lain. Bersikap santun (rahim) terhadap sesama manusia sesuai sabda Rasulullah ﷺ.

Bersikap rahimlah kamu terhadap (makhluk) yang ada dibumi ini, niscaya kamu akan mendapat rahmat dari Allah ﷻ.

Iman dan Taqwa

Perlu diperhatikan pula untuk mencapai keridhaan Allah ﷻ maka suatu perbuatan baik (amal shaleh) selalu didasarkan pada iman dan taqwa. Suatu perbuatan baik akan diterima disisi Allah apabila pelakunya adalah orang yang beriman. Dengan perkataan lain, seseorang yang berbuat baik, tetapi tidak beriman, maka perbuatannya tersebut dalam pandangan Allah akan sia-sia belaka seperti fatamorgana. Islam sangat menekankan faktor iman bagi orang-orang yang melakukan amal shaleh tersebut. Sehingga antara iman dan amal shaleh itu dalam doktrin Islam ibarat dua sisi mata uang logam.

Ilmu Pengetahuan

Selain iman dan amal shaleh, Islam juga sangat menghargai akal pikiran dan ilmu pengetahuan. Satu-satunya agama yang sangat menghargai ilmu pengetahuan sejak semula adalah Islam. Bahkan Qur'an sendiri selain mengandung ajaran tauhid, berita tentang hal gaib, syariah dan akhlak, sejarah para Rasul, memberi kabar gembira (basyiran) tentang sorga bagi yang beriman dan nadziran tentang peringatan adanya neraka bagi mereka yang ingkar kepada Allah. Qur'an juga mengandung dasar-dasar ilmu pengetahuan misalnya: biologi, sejarah, budaya dan sebagainya.

Di dalam Islam manusia dituntut untuk menyelaraskan akal (intelegensia) dan fuad (hati nurani). Artinya, setiap orang yang beriman hendaknya mengisi otaknya dengan ilmu pengetahuan dan mengisi kalbunya dengan iman dan taqwa. Islam memandang ilmu pengetahuan sebagi suatu totalitas. Yaitu baik yang dinamakan al-'ulum an-naqliyah (ilmu lestari) dari Qur'an dan Sunnah. Maupun al-'ulum al-muktasabah, ilmu yang bersumber dari hasil penelitian, contoh: ilmu alam, ilmu sosial dan lain-lain.

...niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat... (Al-Mujaadilah: 11)

Ayat tersebut di atas menunjukan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara iman dan ilmu. Sebagaimana yang ditegaskan dalam Qur'an tersebut di atas. Allah ﷻ telah menjamin kebahagiaan dan kesejahteraan hidup dalam Islam. Baik di dunia maupun di akhirat bagi orang-orang yang beriman dan berilmu dengan derajat yang lebih tinggi daripada orang-orang yang tidak beriman dan tidak berilmu. Demikian ulasan singkat 3 Komponen Ajaran Islam: Aqidah, Syariah dan Akhlak.

Dilansir dari Buletin Dakwah
Prof. Dr. H. M. Tahir Azhary, S.H.