Cineam.net

Hati Nurani, Partikel Terkecil Hidayah Allah Kepada Makhluk-Nya

Hati Nurani, Partikel Terkecil Hidayah Allah Kepada Makhluk-Nya

Hati nurani adalah partikel terkecil hidayah yang diamanahkan oleh Allah kepada makhluk-Nya, manusia. Dengannya manusia bisa mengenali dirinya dan tuhannya secara fitrah tanpa harus bertanya kepada orang yang terdekat sekalipun. Hati yang bernurani itu akan memberitahukan siapa ''aku'' sebenarnya. Apakah Muslim yang baik atau tidak? Mampu menjaga amanah atau malah berkhianat? Berlaku jujur atau dusta? Bertindak adil atau zalim? ''The fire feeling says the truth.''

Hati nurani bagaikan black box 'kotak hitam' yang merekam segala ''ceritera'' hidup ini. Kejadian demi kejadian dari waktu ke waktu direkam dengan apik oleh hati ini. Saat ini pun kita bisa kembali membuka rekaman yang terjadi sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu. Apakah kita melakukan dosa besar? Semua bisa kita ingat. Karena itulah, Allah menjadikan hati nurani bersaksi di hadapan Allah pada hari kiamat (QS Al-Aadiyaat: 10).

Jangan pernah bangga berhasil mendustai orang lain. Bersedihlah, karena sebelumnya, kita mendustai diri kita sendiri. Jangan pernah merasa selamat dari dosa yang kita sembunyikan selama ini karena semua akan tampak di hari ''persaksian'' (QS Ath-Thariq: 9). Sebenarnya semua sudah tampak jelas di mata hati kita. Sayangnya hati yang bernurani itu nur-nya tertutup oleh belenggu hawa nafsu, cinta dunia yang berlebihan, bahkan oleh dosa-dosa karena kezaliman dan kejahiliyahan kita. Akibatnya, hati akan semakin gelap dan semakin tampaklah sifat-sifat dhulumaat.

Hati gelap bagaikan mata gelap yang tak memperdulikan hak batil dan halal haram. Padahal buta sebenarnya adalah buta mata hati, bukan buta mata kepala (QS Al-Hajj: 46). Kegelisahan, bahkan kemalangan yang terjadi dalam hidup ini adalah karena kita dengan sadar menutup mata hati kita sendiri, bahkan menekannya (QS Al-Aadiyaat: 7). Padahal jika suara hati itu didengar, maka hidup ini penuh hidayah, rahmah, magfirah, dan makrifat.

Ternyata surga itu ada pada hati. Mengikuti hati yang bernurani berarti mengikuti petunjuk Allah. Akhirnya, Allah akan mengeluarkan mereka dari kegelapan hati menuju cahaya-Nya (QS Al-Baqarah: 257).