Cineam.net

Janji Allah Kepada Orang Yang Pandai Bersyukur

Janji Allah Kepada Orang Yang Pandai Bersyukur

Janji Allah SWT Kepada Orang Yang Pandai Bersyukur -  Tak ada yang bisa mengingkari bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia begitu melimpah-ruah. Secara geografis, negara ini terletak di garis katulistiwa. Kesuburan tanah, kekayaan hutan, kekayaan laut, tambang minyak, dan berbagai potensi alam lainnya tertimbun di bawah kulit tanah negeri yang hijau ini.

Dengan karunia Allah tak terperikan ini, idealnya rakyat Indonesia hidup makmur, gemah ripah loh jinawi. Tetapi, heran sekali rakyat kita masih banyak yang kelaparan, hidup di bawah standar kemiskinan, dan tingkat pengangguran begitu tinggi? Bahkan kadang kita kekurangan beras dan harus mengimpornya dari negara lain. Kita tak ubahnya bangsa yang hidup di tanah tandus, atau tikus nyaris mati di lumbung padi. Padahal banyak negara dengan kekayaan alam di bawah kita bisa hidup lebih makmur. Apa salah kita?

Semua kekayaan alam yang kita miliki adalah nikmat Allah yang patut disyukuri. Sebagai tanda syukur, Rasulullah mengajarkan hendaknya kita mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan kata lain, syukur berarti menggunakan seluruh nikmat yang telah Allah berikan. Baik berupa nikmat alam ataupun jiwa raga sesuai dengan tujuan Allah menciptakan kenikmatan tersebut.

Percayalah, Allah berjanji akan menambah nikmat orang yang pandai bersyukur. Sementara terhadap mereka yang arogan alias tak pandai bersyukur, Allah menjanjikan azab-Nya yang pedih akan datang mendera. Nah, mengapa kita kini ibarat tikus yang nyaris mati di lumbung padi? Adakah selama ini kita belum mensyukuri nikmat-nya yang melimpah-ruah hingga kekayaan alam di bumi Indonesia ini tidak membawa berkah sama sekali?

Alangkah bijak jika kita kembali merenungkan sabda Nabi Rasulullah ﷺ, "Sesungguhnya seorang hamba akan diharamkan dari rezeki karena dosa yang ia lakukan". (HR An-Nasa'i dan Ibnu Majah dari Sufyan As-Tsauri).

Jika seorang hamba bisa dihalangi dari rezeki karena dosa yang telah ia perbuat, maka tidak mustahil suatu bangsa pun akan dihalangi dari rezeki. Karena mereka secara beramai-ramai tak pandai bersyukur atas nikmat Allah. Tampaknya, kita mesti belajar kembali cara mensyukuri nikmat Allah, dengan berusaha memperbaiki diri dengan sungguh-sungguh.

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan tambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS Ibrahim: 7).

Sungguh begitu dahsyatnya keutamaan bersyukur ini. Apabila kita merenungi bersama bahwa sesungguhnya bersyukur akan membawa kita kepada Ridho-Nya. Dengan pandai bersyukur hati kita akan menjadi lapang dan bahagia.