Cineam.net

Menempatkan Allah Sebagai Prioritas Utama

Simbol pengorbanan terbesar dalam sejarah kemanusiaan adalah riwayat Abul Anbiya Nabi Ibrahim As yang harus mengorbankan anaknya, Ismail. Atas perintah Allah, beliau harus menyembelih anaknya sendiri, yang sekian lama kelahirannya dinantikan. Kesediaan Ismail As memenuhi perintah itu merupakan teladan bagi manusia untuk rela mengorbankan jiwa demi memenuhi perintah Allah. Begitu besarnya makna pengorbanan ini, sehingga Ali Syari'ati dalam bukunya "Haji" menuliskan:

Menempatkan Allah Sebagai Prioritas Utama

"Dahulu Ibrahim membawa putranya Ismail untuk dikorbankan di tempat ini, dan engkau, siapakah dan apakah Ismailmu? Kedudukanmu? Harga dirimu? Profesimu? Uang? Rumah? Kebun-kebun? Mobil? Cinta? Keluarga? Pengetahuan? Kelas Sosial? Seni? Pakaian? Nama? Hidupmu? Keremajaan? Keelokan? Paras mukamu? Bagaimanakah aku dapat mengetahui apa dan siapakah Ismailmu itu? Engkau sendirilah yang mengetahuinya! Tetapi, apa dan siapa pun Ismailmu itu bawalah ia dan korbankanlah ia di tempat ini.

Aku tidak dapat mengatakan apa dan siapakah Ismailmu itu, aku hanya dapat memberikan beberapa petunjuk agar engkau mengetahuinya. Ismailmu itu adalah setiap sesuatu yang melemahkan imanmu. Setiap sesuatu yang menghalangi "perjalananmu". Setiap sesuatu yang membuat engkau enggan menerima tanggung jawab. Setiap sesuatu yang membuat engkau memikirkan kepentinganmu sendiri. Setiap sesuatu yang membuat engkau tidak dapat mendengarkan perintah Allah dan menyatakan kebenaran ...."

Seorang yang mengorbankan sesuatu, menurut pandangan Islam, sesungguhnya adalah mengharap keridhaan Rabbnya semata, bukan karena yang lain. Oleh karena itu, ia akan mengorbankan apa yang dimilikinya. Meskipun karena itu ia tidak akan disukai, dibenci, bahkan dimusuhi oleh selain Allah. Inilah salah satu kunci pengorbanan.

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hambanya. (QS Al-Baqarah: 208).

Menempatkan Allah Sebagai Prioritas Utama

Orang yang berkorban adalah orang yang menempatkan Allah sebagai prioritas utama dan pertama dalam hidupnya. Ia akan mengorbankan hal-hal lain di bawah prioritas Rabbnya.

Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik." (QS At-Taubah: 24).

Seorang yang berkorban sesungguhnya adalah orang yang menukarkan apa yang dimilikinya dengan yang lebih baik. Itulah hakikat pengorbanan yang sebenarnya.