Cineam.net

Pemimpin Yang Dicintai, Dihormati, Disegani Oleh Rakyatnya

Pemimpin Yang Dicintai - Sebagaimana telah sama-sama kita ketahui dalam sejarah ketatanegaraan bangsa kita. Setiap pemimpin/Penguasa dan kabinet pemerintahan selalu mengakhiri masa jabatannya dengan hujatan yang keras. Juga cemoohan yang menyakitkan dari rakyat Indonesia yang notabene adalah rakyatnya sendiri. Kita sangat berharap pemimpin/penguasa yang akan datang adalah pemimpin yang dicintai, dihormati, disegani oleh rakyatnya. Pemimpin yang mampu meletakkan dasar-dasar yang kuat bagi Indonesia masa depan yang bersatu dan mandiri.

Pemimpin Yang Dicintai, Dihormati, Disegani Oleh Rakyatnya

Tetapi kita pun menyadari. Bahwa rasa hormat, segan dan cinta dari rakyat hanyalah akan diberikan kepada para pemimpin yang memang mencintai dan memperhatikan nasib mereka. Dengan berbagai program dan kebijakan yang dirasakan manfaatnya secara langsung. Bukan malah sebaliknya, menetapkan kebijakan yang justru menyakitkan dan memberatkan kehidupan mereka.

Kepemimpinan Rasulullah

Jika kita mencermati sejarah kehidupan Rasulullah ﷺ masa lalu. Maka kecintaan umat kepadanya bukanlah semata-mata karena beliau seorang nabi dan rasul. Akan tetapi karena kepemimpinannya yang selalu berorientasi kepada kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Jika rakyat mendapatkan berbagai macam kemakmuran, kenikmatan dan kemudahan urusan penghidupan, maka beliaulah yang terakhir mendapatkannya.

Sebaliknya, jika rakyat mendapatkan berbagai macam kesulitan, kelaparan dan kekurangan, maka beliaulah orang pertama yang menanggungnya. Beliau akan gundah gulana dan gelisah, serta tidak bisa tidur jika rakyat mendapatkan berbagai macam masalah. Juga kekisruhan dan penderitaan di dalam hidupnya.

Dalam sebuah hadis shahih dari 'Iyadl bin Himar ra berkata: "Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Penghuni surga itu terdiri dari tiga kelompok, yaitu pemimpin/penguasa yang adil dan dicintai. Orang yang mempunyai sifat kasih sayang dan lunak hati kepada setiap sanak keluarga dan setiap muslim. Serta orang miskin yang menjaga kehormatan dirinya sedangkan ia mempunyai keluarga." (HR Muslim)

Beliau membaca dan memperhatikan rakyat bukan dengan mata kepala saja. Akan tetapi juga dengan hati nurani dan perasaan yang selalu terpaut dengan mereka. Dalam Al-Quran Allah ﷻ berfirman:

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS At-Taubah:128)

Kepemimpinan Umar bin Khattab

Keteladanan beliau pun diikuti oleh para khalifah sesudahnya, seperti khulafaur rasyidin yang empat. Tengoklah Umar bin Khattab sebagai seorang pemimpin negara. Dirinya rela memikul sendiri sekarung gandum karena melihat ada satu keluarga yang kelaparan karena tidak ada yang bisa dimakan. Ketika sahabatnya akan membantu untuk membawakannya, ia menolak sambil berkata:

"Apakah engkau rela menggantikanku jika aku masuk ke dalam neraka karena aku mentelantarkan rakyatku? Demi Allah, pada masa pemerintahanku, jangankan seorang manusia, seekor keledai pun tidak boleh mati kerena kelaparan dan kezalimanku."

Subhanallah, begitu indahnya kepemimpinan beliau. Sehingga seluruh rakyatnya, bukan saja yang muslim, akan tetapi juga yang non muslim, sangat mencintai, menyegani dan menghormatinya.

Kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz

Umar bin Abdul Aziz yang memerintah dalam waktu 22 bulan (kurang dari 2 tahun). Dengan kebijakan dan keadilannya, serta selalu berpihak kepada kepentingan rakyat. Ternyata telah mampu membangun tatanan kehidupan kenegaraan yang kuat, bersatu dan mandiri. Pada masa pemerintahannya yang terkenal dengan sebutan clean governance (pemerintahan yang bersih). Jauh dari perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme, yang diawali dari diri dan keluarganya sendiri.

Suatu kali pernah anaknya datang menghadapnya ketika beliau masih di kantor. Lalu beliau bertanya kepada anaknya apakah ini urusan pribadi (keluarga) ataukah urusan negara. Setelah dijawab bahwa ini urusan pribadi, lalu beliau segera mematikan lampu. Sambil menyatakan bahwa urusan pribadi tidak boleh mempergunakan fasilitas negara. Karena sifat-sifat kepemimpinan yang demikianlah yang menyebabkan beliau sangat dicintai dan dihormati oleh rakyatnya.

Kecintaan Rakyat Kepada Pemimpin Bersifat Universal

Kecintaan rakyat kepada pemimpin/penguasa adalah bersifat Universal. Artinya kapan dan dimanapun para pemimpin mencintai rakyatnya dan membela hak-haknya, serta meningkatkan kesejahteraannya, maka otomatis rakyat akan mencintainya. Sebaliknya, pemimpin yang berlaku tidak adil dan tidak memperhatikan kepentingan rakyatnya. Apalagi disertai dengan pemerintahan yang korup, maka rakyat pun secara otomatis pula akan membenci pemimpinnya.

Kecintaan dan kebencian adalah suatu yang bersumber dari hati, sedangkan hati tidak bisa direkayasa, pura-pura mencintai atau pura-pura membenci. Jika rekayasa inipun berhasil dilakukan, maka sifatnya hanyalah sementara dan tidak akan bisa berlaku bagi semua orang. Hal inipun akan dirasakan oleh pemerintah sekarang.

Hormat dan cinta rakyat akan sangat ditentukan oleh perilaku pemimpin itu sendiri. Jika pemerintah sekarang benar-benar berusaha dengan langkah yang konkrit. Juga terencana untuk menjadikan pemerintahan yang bersih dan berwibawa (bukan hanya dalam janji dan ucapan). Serta memiliki program dan kebijakan yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Keluar dari sanubari yang dalam dan sungguh-sungguh, maka secara otomatis, rakyat akan mencintainya. Sebaliknya, jika program dan kebijakan tidak berorientasi pada kepentingan mereka. Bahkan cenderung membebani dan memberatkannya, maka rakyat secara otomatis akan menolak dan membenci pemimpin itu pula. Wallahu A'lam bi ash-Shawab.