Cineam.net

Perang Dunia I dan II: Sejarah, Pasca Perang dan Faktor Penyebab

Perang Dunia I dan II, sejarah singkat, pasca perang dan faktor penyebab dirangkum sebagaimana berdasarkan fakta sejarah yang ada. Dalam sejarah, awal mula terjadinya Perang Dunia I dan II telah menimbulkan kerusakan, kehancuran dan kerugian. Terutama terhadap manusia serta lingkungan hidup. Jutaan warga sipil menjadi korban, tatanan kota yang indah menjadi hancur lebur. Entah berapa banyak lagi jumlah korban akibat perang ini yang belum diketahui. Berikut ini sejarah singkat awal terjadinya Perang Dunia I dan II juga faktor penyebab perang global ini.

Sejarah Perang Dunia I

Perang Dunia I dan II: Sejarah, Pasca Perang dan Faktor Penyebab

Sejarah Perang Dunia I (sering disingkat PD I atau PD 1 ) dimulai tahun (1914-1918) oleh negara-negara sekutu/serikat. Seperti; Inggris, Perancis, Rusia, Serbia, Montenegro, dan Jepang. Faktor penyebab PD I, yakni bersengketa dengan negara-negara sentral. Seperti; Jerman, Austria, Hungaria, dan kesultanan Turki. Ketika perang sedang berlangsung, Italia menggabungkan diri dengan Sekutu. Sedangkan Bulgaria bergabung dengan negara-negara sentral.

Begitu juga pada tahun 1916 Portugal dan Rumania memperkuat pihak sekutu pada PD I. Dan tahun 1917, Yunani memaklumkan perang terhadap pihak sentral. Amerika yang semula netral, akhirnya mengumumkan perang terhadap Jerman. PD I berakhir dengan kemenangan ada di pihak sekutu. Setelah menimbulkan kesengsaraan besar dan memakan korban jiwa sekitar sepuluh juta meninggal dunia dan dua puluh juta lainnya luka-luka.

Perjanjian perdamaian Versailles, Saint-Germani, Trianon, Neuilly, dan Sevres yang mengakhiri PD I ini. Berhasil merubah wajah Eropa secara radikal. Untuk memelihara perdamaian, terbentuk Liga Bangsa-Bangsa (Ensiklopedi Umum, 1973:991-2).

Sejarah Perang Dunia II

Perang Dunia I dan II: Sejarah, Pasca Perang dan Faktor Penyebab

Perang Dunia II (disingkat PD II atau PD 2 ) terjadi pada tahun: 1938/1939-1945. Ada semacam kecenderungan pandangan bahwa sejarah awal terjadinya PD II sudah mulai tahun 1937. Sewaktu perebutan dan keributan di China, sebagaimana terbayang diatas. Tapi dalam catatan sejarah ada juga yang mencatat waktu bahwa Perang Dunia II lebih awal dari itu. Yaitu tahun 1936, dengan revolusi militer Spanyol. Namun waktu yang paling populer adalah tahun 1938, invasi Jerman dan absorsi Austria.

Atau tahun 1939, perang internal Eropa Barat melawan kekuatan Jerman dan pasukan Nazi melawan Soviet di Eropa Timur. Tahun 1941 pergumulan itu meluas menjadi pertempuran-pertempuran yang lain. Presiden Amerika, Franklin Roosevelt, tahun 1940 menyatakan keyakinannya. Bahwa untuk kepentingan Amerika Serikat dan Inggris Raya, dukungan rakyat Amerika yang minim terhadap netralitas harus dihargai.

Tahun 1941, Hitler mengerti bahwa untuk melindungi kepentingannya, Amerika tidak menyatakan permusuhan. Terjadi sesuatu yang sangat krusial bahwa The American Lend-lease act of March/ Perjanjian sewa-menyewa Amerika tahun 1941 itu. Yang menyediakan produk dan pelayanan terhadap kepentingan Persekutuan, tanpa bayar. Dan itu juga berlaku bagi Uni Soviet/USSR.

Tidak lama setelah itu, pemerintah Amerika memperluas patroli lautnya. Untuk mengawal kapal-kapalnya jauh ke arah Timur, Samudera Atlantik. Setelah Invasi Rusia, pertemuan pertama Churchill-Roosevelt membuahkan suatu pernyataan kerja sama"The Atlantic Charter".

Perang Dunia II Berkembang Menjadi Mendunia

11 Desember 1941, Hitler menyatakan perang dengan Amerika. Segera setelah Jepang melakukan penyerangan terhadap Inggris, Belanda, dan posisi-posisi Amerika, empat hari sebelumnya. Sebelum itu, Hitler sudah berjanji kepada Jepang bahwa ia akan bergabung dengan Jepang. Maka Perang Dunia II berkembang menjadi mendunia, sebuah kesempatan besar yang dikandung "Persetujuan Atlantik" menjadi pupus musnah.

Pernyataan perang Inggris dan Amerika terhadap Jepang menjadikan PD II ini semakin menghancurkan. Aliansi Jepang dengan Jerman dan Italia praktis tidak efektif. Lawan Jepang yang paling utama ternyata adalah Amerika. Maka ada bagian wilayah Amerika, Pearl Harbor, yang menjadi sasaran langsung pasukan berani mati/bunuh diri Jepang (Kamikaze).

Terhadap Inggris dan Belanda, serta negara-negara anggota sekutu lain. Hanya daerah-daerah koloni mereka saja yang dijadikan sasaran perang Jepang pada PD II tersebut. Kekuatan Amerika diprioritaskan menjinakkan kekuatan Jerman dan Italia yang mengganas di Eropa. Sehingga perang di kontinental ini relatif lebih dahulu meredanya. Di wilayah Timur jauh, sedikit berlarut-larut penuntasannya.

Baru setelah dua buah senjata nuklir yang kekuatan pemusnahnya sampai sekarang tak kunjung diketahui. Dijatuhkan Amerika di dua buah kota Jepang, yang mengakibatkan kehancuran sangat dahsyat. Sementara bom Nuclear meledak, Rusia menyatakan perang pula terhadap Jepang. Pada tanggal 2 September 1945, pemerintah Jepang terpaksa menandatangani pernyataan menyerah. Berakhirlah Perang Dunia II, (J.M. Roberts, The Penguin History of Europe, 1996:568-570).

Pasca Perang Dunia II

Perang Dunia I dan II: Sejarah, Pasca Perang dan Faktor Penyebab

Kerugian tak terhitung jumlahnya diderita semua pihak pasca terjadinya Perang Dunia II. Jutaan warga sipil jadi korban, kota-kota hancur lebur. Entah berapa banyak jumlah pastinya termasuk imperialisme Belanda dan sekutunya di Indonesia. Juga pembantaian Yahudi dengan gas beracun dan pusat krematorium, kelaparan, sakit, ditembak, di kamp-kamp pengungsian, dan lain sebagainya. Termasuk kemungkinan hilang tak tentu rimbanya. Semua itu dikenal dengan peristiwa holocaust.

Ada yang mencatat korbannya sekitar enam sampai tujuh juta orang; dibesar-besarkan? Ini mengantarkan Yahudi memperoleh pencaplokan negara yang berdiri sendiri di Palestina, yaitu Israel. Pencaplokan ini semenjak tahun 1948. Holocaust sendiri berarti "penghancuran sistematis terhadap jutaan orang Yahudi Eropa oleh kaum Nazi sebelum dan selama PD II".

Kalau akhir PD I, dunia membentuk Liga Bangsa-Bangsa atau League of Nations. Maka di akhir Perang Dunia II, dunia membentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa/Uniteds Nations. Penggerak pertama perang besar ini adalah Negara-Negara Poros Utama. Seperti; Jerman, Italia, dan Jepang. Sedang solusi akhir dan pascanya diperan-utamai Amerika Serikat dan Inggris. Begitupun "Perang Dingin Dengan Uni Soviet", seterusnya digantikan "Perang Dingin Barat Dengan Islam".

Jelas sekali, bahwa selama millenium pertama sampai menjelang akhir milenium kedua. Perang bangsa barat, telah "berjasa". Berjasa memenuhi sejarah hubungan antar umat manusia/antarnegara. Dengan begitu banyak peperangan. Baik peperangan internal mereka, sesama negara/bangsa Barat/Eropa sendiri. Maupun antara bagian-bagian tertentu dari mereka dengan bangsa-bangsa. Atau negara-negara lain diseluruh belahan dunia taklukan mereka di Afrika dan Asia, termasuk Amerika dan Australia.

Amerika sebelum memproklamasikan kemerdekaannya tahun 1776, merupakan daerah taklukan dari berbagai negara Eropa. Naskah proklamasinya ditandatangani di Philadelphia, tahun 1776 itu pula. Australia, sebelum disatukan menjadi bagian Kerajaan Inggris Raya tahun 1829, terbagi-bagi menjadi daerah-daerah taklukan Portugis, Spanyol, dan Inggris. Inggris berhasil menyingkirkan Portugis dan Spanyol dan nyaris memusnahkan penduduk asli Australia, Aborigin.

Faktor Penyebab Perang Dunia I dan II

Mengapa bangsa barat suka berperang? Mungkinkah karena adanya di antara etnis mereka yang tergolong pada apa yang disebut battle axe peoples itu? Atau apakah faktor penyebab terjadinya Perang Dunia I dan II terdapat semangat yang ada hubungannya dengan penyebaran agama mereka. Atau mungkin faktor-faktor lain, seperti kekurangan Sumber Daya Alam serta Iklim? Walau ini hanya berandai-andai, tapi perlu pendalaman lebih lanjut. Kalau umat manusia benar-benar ingin kedamaian dan ketenangan hidup di masa depan. Inilah salah satu tugas dan sekaligus tujuan yang dipikul dan ingin dicapai oleh Oksidentalisme.

Dalam buku: "Pergumulan Timur Menyikapi Barat: Dasar-dasar Oksidentalisme",(Prof. Dr. Burhanuddin Daya)Bagi bangsa Barat sendiri, sisi sejarah mereka yang seperti itu bukanlah suatu kebanggaan. Mereka mengakui, bahwa pengalaman sejarah yang seperti itu adalah pengalaman yang sangat pahit. Berdasarkan pengalaman yang pahit itu, maka sekarang mereka bersatu. Dalam satu kesatuan sosial, politik, ekonomi dan budaya, yaitu European Union/Uni Eropa. Bersama-sama dengan Amerika Serikat, lahirlah sebuah fakta besar yang amat kukuh dan kuat, Europeano-Americano.

"Pengalaman sejarah yang pahit itulah yang menghasilkan perubahan sejarah yang mendasar ini untuk menatap masa depan", salah satu pengakuan mereka. Akan tetapi, dari hasil prakiraan mereka juga terdengar pernyataan yang cukup tendensius. "...politik dunia masa depan sangat ditentukan oleh pertarungan antara peradaban Barat dan Timur" (S.P. Huntington). Atau "The major struggle for supremacy in the world. Will be between the Islamic Nations and Western Powers," kata Marcus Braybrooke.

Tidak ada yang memparadigmakan bahwa "masa depan dunia harus dibangun atas dasar dialog kemitraan dan kesetaraan Timur-Barat". Dan eksplorasi sejarah di atas patut dilanjutkan dan didalami terus, dalam rangka memfungsikan sejarah sebagai guru bagi membangun Oksidentalisme. Demikian ulasan singkat Perang Dunia I dan II: Sejarah, Pasca Perang dan Faktor Penyebab konflik global ini.