Cineam.net

Perang Bangsa Barat, Generasi Sebelum Masehi dan Sesudahnya

Perang bangsa barat, terjadi pada generasi sebelum masehi dan sesudahnya, dirangkum sebagaimana berdasarkan fakta sejarah. Sudah semenjak ratusan tahun menjelang era Masehi, perang menjadi bagian kehidupan bangsa, yang sekarang menjadi bangsa barat.

Perang

Perang bangsa barat ini dengan mengerahkan kekuatan militer yang kuat. Mengobarkan peperangan, terutama dengan wilayah-wilayah sekitarnya. Maka bangsa inilah yang mungkin termasuk salah satu "suku bangsa suku perang"/battle axe peoples.Jauh sebelum itu, masih di abad-abad sebelum Masehi, kelompok-kelompok bangsa ini senantiasa sibuk dengan urusan memerangi. Berikut ini 35 daftar perang bangsa barat pada generasi sebelum masehi dan sesudahnya.

Perang Punisia

Perang Bangsa Barat

Perang Carthage/Carthago/Punisia. Tahun 264-241; 218-201; 149-146 SM, Romawi menghancurkan Carthago, sebuah kota di Afrika Utara, yang dibangun bangsa Phoenicia abad ke-9 Sebelum Masehi. Maka pertempuran  ini dikenal juga dengan nama Perang Punisia, yang berlangsung hingga tiga periode.

Perang Peloponnesos

Perang Bangsa Barat

Perang Peloponnesos, 431-404 Sebelum Masehi antara Athena dan Sparta. Pertempuran internal kaum militer Republik Romawi yang awal. Pertempuran hidup-mati antara Patriceans dan Plebians dalam negeri Romawi, dimenangkan oleh pihak Plebians. Bangsa Romawi mungkin juga boleh dikatakan sebagai battle axe peoples, begitu juga Jerman. Romawi berhasil membangun dua buah kekaisaran, Kekaisaran Romawi di Barat dan Kekaisaran Bizantium di Timur. Sebagai hasil penaklukan-penaklukan yang dilakukannya.

Perang Saudara Caesar

Perang Bangsa Barat

Pharsalus adalah pertempuran yang menentukan dari Perang Saudara Caesar. Pada tanggal 9 Agustus 48 Sebelum Masehi di Pharsalus, Yunani tengah. Gaius Julius Caesar,  para pendukung politiknya (Populares) dan pasukannya berhadapan dengan pasukan republik. Di bawah komando Gnaeus Pompeius Magnus ("Pompey Agung"). Pompey mendapat dukungan dari mayoritas senator (Optimates), dan pasukannya secara signifikan lebih banyak dari jumlah legiun Caesarian.

Revolusi Gracchi-Romawi

Perang Bangsa Barat

Keberhasilan Romawi dalam setiap perang telah menciptakan sebuah kerajaan yang perkasa. Kota Roma dipenuhi dengan barang rampasan: uang, budak, barang-barang mewah. Orang-orang harus tunduk dengan membayar upeti/pajak yang tinggi kepada Romawi. Dalam perbudakan selalu merampas kebebasan orang lain, Romawi menabur benih yang pada akhirnya akan mengarah pada kehancuran.

Namun muncul Gracchi bersaudara, Tiberius Sempronius Gracchus dan Gaius Sempronius Gracchus. Mencoba mereformasi struktur sosial dan politik Roma untuk membantu kelas bawah di abad ke-2 Sebelum Masehi. Berusaha untuk meredakan ketidakseimbangan ini. Dengan mengusulkan agar tidak ada yang diizinkan memiliki lebih dari 500 iugera (sekitar 125 hektar) tanah. Segala kelebihan di luar itu akan dikembalikan ke pemerintah dan didistribusikan kembali kepada orang miskin.

Tidak mengherankan, pemilik tanah Roma yang kaya (banyak dari mereka adalah anggota Senat menentang gagasan ini). Pada tahun 133 dan 123 Sebelum Masehi para senator beserta para pengikutnya membunuh kedua bersaudara itu dalam dua kesempatan berbeda. Para Senator tidak dihukum atas kejahatan tersebut.

Angels-Saxon

Perang Bangsa Barat

Anglo-Saxon adalah petani sekaligus prajurit yang berasal dari barat laut Eropa. Mereka mulai menginvasi Inggris sementara Romawi masih memegang kendali. Anglo-Saxon pertama menginvasi pantai Inggris selatan dan timur pada abad ke-4 M, dalam perang itu mereka dipukul mundur oleh Romawi. Pada awal abad ke-5, orang-orang Romawi meninggalkan Inggris. Pasukan Romawi tidak melatih Inggris untuk mempertahankan diri dari serangan, jadi pada saat orang Saxon mencoba menyerang Inggris, mereka berhasil. Pada abad ke-5 semakin banyak Anglo-Saxon berdatangan. Karena alasan inilah zaman kedatangan Anglo-Saxon sekitar 450 M.

Penaklukan Roma oleh Visigoth

Perang Bangsa Barat

Perang Penaklukan Roma oleh Visigoth terjadi pada tanggal 24 Agustus 410 Masehi. Kota itu diserang oleh Visigoth yang dipimpin oleh Raja Alaric. Pada saat itu, Roma tidak lagi menjadi ibukota Kekaisaran Romawi Barat. Telah digantikan pada posisi pertama oleh Mediolanum pada tahun 286 M dan kemudian oleh Ravenna pada tahun 402 M. Namun demikian, kota Roma mempertahankan posisi tertinggi sebagai "kota abadi" dan pusat spiritual Kekaisaran.

Vandal Menginvasi Spanyol

Perang Bangsa Barat

Di tengah kekacauan yang melanda Kekaisaran Romawi Barat, bangsa Vandal menuju ke Iberia (Spanyol/Andalusia dan Portugal). Sebuah kelompok yang dikenal sebagai Siling Vandal akan mengambil alih provinsi Baetica. Sementara kelompok lain yang dikenal sebagai Hasding Vandal mengambil bagian dari Gallaecia. Siling Vandal menderita kekalahan di tangan Visigoth pada tahun 418 M. Hal ini diikuti oleh Hasdings yang diusir dari Gallaecia oleh pasukan Romawi.

Setelah kehilangan ini, para penyintas Vandal, yang sekarang bersatu di bagian selatan Spanyol, bertempur melawan Romawi lagi pada tahun 422. Kali ini mereka memenangkan kemenangan penting dalam pertempuran yang terjadi di dekat Tarraco (sekarang bernama Tarragona). Sebuah kota pelabuhan di Spanyol. Kemenangan ini menyelamatkan bangsa Vandal dari kehancuran dan memungkinkan mereka untuk menyerang Afrika.

Vandal Menaklukan Afrika Utara dan Carthago

Perang Bangsa Barat

Vandalic atau Perang Vandal adalah konflik pertempuran di Afrika Utara. Antara kekuatan dari Romawi Timur atau Kekaisaran Bizantium dan Vandalic Kerajaan Carthage (Carthago), 533-534. Bangsa Vandal merupakan suku Jerman Timur dan telah menduduki Afrika Utara pada awal abad ke-5. Mendirikan kerajaan independen di sana. Di bawah raja pertama mereka, Geiseric. Angkatan laut Vandal yang tangguh melakukan serangan bajak laut di seluruh Mediterania. Menyingkirkan Roma dan mengalahkan invasi Romawi besar-besaran pada 468 M. Tapi pada pertempuran ini berhasil dimenangkan oleh Bizantium, dan kekuasaan Romawi didirikan di seluruh Afrika Utara.

Lombard Menginvasi Italia

Perang Bangsa Barat

Lombardia atau Longobards (Latin: Langobardi ; Italia: Longobardi) adalah suku Jermanik yang memerintah sebagian besar Semenanjung Italia dari 568-774. Setelah kemenangan pada waktu sebelumnya, Alboin memutuskan untuk memimpin rakyatnya ke Italia. Jumlah rakyatnya berkurang drastis setelah Perang Gotik yang panjang (535–554) antara Kekaisaran Bizantium dan Kerajaan Ostrogothic.

Pada akhir tahun 569 mereka telah menaklukkan seluruh Italia. Termasuk kota-kota utama di utara Sungai Po kecuali Pavia, yang jatuh pada tahun 572. Pada saat yang sama, mereka menduduki daerah-daerah di Italia tengah dan Italia selatan. Mereka mendirikan Kerajaan Lombardia di utara dan Italia tengah. Yang kemudian bernama Regnum Italicum ("Kerajaan Italia"), yang mencapai puncaknya di bawah penguasa Liutprand abad ke-8. Pada tahun 774, kerajaan Langobardi ditaklukan oleh raja Frank, Karel yang Agung. Namun, bangsawan Langobardi masih menguasai sebagian wilayah Italia hingga abad ke-11. Saat mereka ditaklukan oleh bangsa Norman dan menjadi bagian dari County Sisilia.

Perang Gothic

Perang Bangsa Barat

Perang Gothic ini antara Kekaisaran Bizantium pada masa pemerintahan Kaisar Justinian I dan Kerajaan Ostrogoth Italia. Berlangsung dari 535-554 di semenanjung Italia, Dalmatia, Sardinia, Sisilia dan Corsica. Berawal pada ambisi Kaisar Romawi Timur Justinian I. Untuk memulihkan provinsi-provinsi bekas Kekaisaran Romawi Barat, yang telah hilang pada abad sebelumnya.

Perang Dibawah Pimpinan Karel Yang Agung

Perang Bangsa Barat

Charlemagne, juga dikenal sebagai Karel Yang Agung. Merupakan seorang kaisar abad pertengahan yang memerintah sebagian besar Eropa Barat dari tahun 768-814. Perang yang dilakukan selama ia menjadi raja sebanyak 54 kali. Pada tahun 771, Charlemagne menjadi raja kaum Frank, sebuah suku Jermanik. Dia memulai misi untuk menyatukan semua orang Jerman menjadi satu kerajaan, dan mengubah rakyatnya menjadi Kristen.

Sebagai ahli strategi militer, ia menghabiskan sebagian besar masa pemerintahannya terlibat dalam pertempuran untuk mencapai tujuannya. Pada 800, Paus Leo III (750-816) memahkotai Kaisar Charlemagne dari Romawi. Ketika dia wafat pada 814, kekaisaran Charlemagne meliputi sebagian besar Eropa Barat. Dia juga memastikan kelangsungan hidup Kekristenan di Barat.

Pertempuran Hastings (1066)

Perang Bangsa Barat

Pada 14 Oktober 1066 terjadi pertempuran antara Harold II melawan pasukan William di perang Hastings dan kalah. Harold II terbunuh. William dimahkotai sebagai raja Inggris pada Hari Natal 1066. Ekspedisi paling kejamnya adalah 'Harrying of the North' pada tahun 1069. Ia membantai penduduk timur laut dan menghancurkan toko makanan mereka sehingga orang yang selamatpun mati kelaparan.

Perang Manzikert (1071)

Perang Bangsa Barat

Perang Manzikert terjadi pada hari Jumat, 26 Agustus 1071. Antara Kekaisaran Bizantium di bawah kaisar Romanus IV Diogenes dengan Kekaisaran Seljuk yang Agung dipimpin oleh Sultan Alp-Arslan. Nama asli pemimpin Seljuk ini Muhammad bin Daud Chagir. Nama panggilan 'Alp Arslan' berarti ("Singa yang Gagah Berani" dalam bahasa Turki).

Konflik tersebut dimulai setelah pemimpin Seljuk Alp Arslan mendapat kabar terkait kaisar Bizantium Romanos IV Diogenes. Dengan 30.000 bala tentaranya, berencana untuk menyerang pasukan Seljuk di Armenia. Alp Arslan mengerahkan 15.000 pasukannya dan mencapai Manzikert. Sebelum pertempuran Alp Arslan mengusulkan syarat perdamaian, tetapi Romanos IV Diogenes menolak tawaran itu. Pertempuran Manzikert pun berlangsung sengit, dan akhirnya, pasukan Seljuk memenangkan pertempuran.

Perang Salib (1095 )

Perang Bangsa Barat

Perang Salib (Crusade) pertama diluncurkan oleh Paus Urbanus II setelah Konsili Clermont pada 1095 M. Perang salib pertama ini dimulai sebagai suatu peziarahan yang meluas dalam Kekristenan Barat. Tujuan utamanya ke bagian Mediterania timur terutama Yerusalem. Tentara Salib berharap untuk merebut apa yang mereka klaim sebagai tanah Suci dari kaum Muslim.

Perang Baron (1215-1217)

Perang Bangsa Barat

Perang Baron pertama terjadi pada tahun (1215-1217). Merupakan perang sipil di Kerajaan Inggris di mana sekelompok Baron memberontak. Dipimpin oleh Robert Fitzwalter dan didukung oleh pasukan Perancis di bawah pimpinan Louis VIII dari Prancis. Bertempur melawan Raja John dari Inggris. Konflik ini diakibatkan oleh penolakan raja untuk menerima dan mematuhi Magna Carta. Pada waktu sebelumnya Raja John menandatangani Magna Carta di Runnymede pada tahun 1215. Magna Carta ini sebuah piagam yang mencakup 'klausul keamanan' yang memungkinkan mereka untuk bertempur melawan Raja jika ia gagal mematuhi.

Perang Seratus Tahun (1337-1453)

Perang Bangsa Barat

Perang Seratus Tahun adalah serangkaian konflik yang terjadi dari tahun 1337 hingga 1453. Konflik ini antara penguasa Kerajaan Inggris, melawan Prancis. Masing-masing pihak menarik banyak sekutu ke dalam konflik. Itu adalah salah satu konflik paling penting dari Abad Pertengahan. Di mana lima generasi raja-raja dari dua dinasti berjuang untuk takhta kerajaan terbesar di Eropa Barat.

Perang Roses/Mawar (1455-1485)

Perang Bangsa Barat

Perang Roses (Mawar) adalah pertikaian saudara yang terjadi di Inggris dan Wales. Antara dinasti Yorkis dan Lancastrian pada tahun 1455 sampai 1485. Konflik tiga puluh tahun ini bahkan lebih besar kerusakan di pihak Inggris daripada konflik Seratus Tahun di abad sebelumnya. Sebagian besar pertempuran Seratus Tahun terjadi di Prancis, yang berarti sebagian besar kerusakan di pihak Prancis daripada Inggris. Dalam pertikaian saudara ini, sebagian besar pertempuran terjadi di Inggris. Dengan demikian hilangnya nyawa dan harta benda jauh lebih besar bagi warga negara Inggris.

Itu merupakan perjuangan untuk mengklaim takhta antara keluarga dari Edward III dan keluarga Henry IV. Penguasa Angevin terakhir, Raja Richard II, meninggal tanpa pewaris. Dia telah digulingkan dan dibunuh oleh Henry IV. Yaitu, Henry Bolingbroke, yang berasal dari House of Lancaster melalui ayahnya John of Gaunt. Keturunan Henry IV dan pendukungnya adalah faksi Lancastrian. Sedangkan lainnya, dari Edward IV, dikaitkan dengan keluarga di Inggris Utara, khususnya House of York dan Richard of York. Mereka disebut faksi Yorkis.

Perang Petani Jerman (1524-1525)

Perang Bangsa Barat

Perang Tani (dalam bahasa Jerman: der Deutsche Bauernkrieg, secara harfiah "Perang Petani Jerman"). Adalah pemberontakan rakyat di wilayah selatan, barat dan tengah Jerman. Juga wilayah di negara tetangga Swiss dan Austria antara 1524-1525. Pada puncaknya di musim semi dan musim panas 1525, melibatkan sekitar 300.000 pemberontak petani dengan korban sekitar 100.000 nyawa. Meskipun dipicu oleh Reformasi Protestan yang dimulai dengan Martin Luther pada 1517. Sebagian besar dimotivasi oleh ketidakpuasan sosial sebagai akibat dari meningkatnya ketidaksetaraan ekonomi pada saat sistem feodal mulai terurai.

Perang Agama Perancis (1562-1598)

Perang Bangsa Barat

Perang Agama Perancis masuk dalam berlangsung antara 1562-1598. Periode pertempuran antara Katolik Perancis dan Protestan (Huguenot) menyebabkan banyak pertumpahan darah. Tujuh perang pertama (1562-1563, 1567-1568, 1568-1570, 1572-1573, 1575-1577, 1577, 1579-1580). Memiliki ciri-ciri yang sama: masyarakat terpecah antara umat Katolik dan Protestan. Diperkirakan bahwa tiga juta orang tewas dalam periode ini.

Kekerasan dan kebencian antara Protestan dan Katolik telah meningkat di seluruh Prancis pada tahun 1562-1572. Guise yang berkuasa (dari provinsi Lorraine) membentuk Liga Katolik untuk bereaksi terhadap orang-orang Protestan. Dan dianggapnya sebagai kekuatan kerajaan yang lemah. Ia dibunuh pada tanggal 23 Desember 1588 atas perintah Raja Henry III.

Perang Delapan Puluh Tahun (1568–1648)

Perang Bangsa Barat

Perang Delapan Puluh Tahun atau Perang Kemerdekaan Belanda terjadi pada tahun (1568–1648). Melakukan pemberontakan Tujuh Belas Provinsi di Belanda melawan raja Philip II Spanyol. Spanyol pada awalnya berhasil menekan pemberontakan. Namun pada tahun 1572, para pemberontak menaklukkan Brielle, dan provinsi-provinsi utara menjadi yang pertama secara de facto. Pada tahun 1648 secara resmi merdeka sebagai Provinsi-provinsi Persatuan Belanda atau Republik Belanda. Dengan cepat tumbuh menjadi kekuatan dunia melalui perdagangan dan mengalami periode pertumbuhan ekonomi, sains dan budaya.

Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648)

Perang Bangsa Barat

Perang Tiga Puluh Tahun salah satu konflik paling mengerikan dalam sejarah manusia. Terjadi antara tahun 1618-1648 di kawasan Eropa, Jerman khususnya. 8 juta jiwa tewas akibat konflik itu. Pertikaian ini antara Protestan dan Katolik/Bourbon dan Habsburg, dua dinasti yang memperebutkan kekuasaan di Eropa. Seiring berjalannya waktu, konflik ini merembet menjadi konflik yang lebih umum dengan melibatkan sebagian besar kekuatan besar Eropa.

Perang Saudara Inggris (1642-1651)

Perang Bangsa Barat

Perang Saudara di Inggris berlangung (1642-1651). Ini merupakan serangkaian konflik bersenjata dan intrik politik antara kaum Parlementaria (Roundheads) dan Royalis (Cavaliers) terkait tata cara pemerintahan. Pertikaian saudara pertama dimulai dari tahun 1642 sampai 1646. Pertikaian saudara kedua berlanjut dari tahun 1648 sampai 1649. Pertikaian ini antara pendukung Raja Charles I dengan pendukung Parlemen Lama. Perang saudara ketiga berlangsung dari tahun 1649 sampai 1651. Konflik ini antara pendukung Raja Charles II dengan para pendukung Parlemen Sisa. Konflik ini dimenangkan oleh Parlementaria di pertempuran Worcester tanggal 3 September 1651. Setelah kekalahan Royalis di Worcester, Charles II melarikan diri.

Revolusi Agung (1688-1689)

Perang Bangsa Barat

Revolusi Agung adalah ketika William III (Pangeran Oranye) mengambil alih takhta Inggris dari James II pada tahun 1688. Perang ini membawa penataan kembali kekuasaan secara permanen dalam konstitusi Inggris. Monarki baru Raja William III dan Ratu Mary II menerima lebih banyak kendala dari Parlemen daripada raja sebelumnya. Dan konstitusi baru menciptakan harapan bahwa para raja di masa depan juga akan tetap dibatasi oleh Parlemen.

Keseimbangan kekuatan baru antara parlemen dan mahkota membuat janji-janji pemerintah Inggris lebih kredibel. Memungkinkan pemerintah untuk mengatur kembali keuangannya melalui serangkaian perubahan yang disebut Revolusi Keuangan. Argumen yang lebih kontroversial adalah bahwa perubahan konstitusi membuat hak properti lebih aman dan dengan demikian mendorong pembangunan ekonomi.

Perang Sembilan Tahun (1688-1697)

Perang Bangsa Barat

Perang Sembilan Tahun (League of Augsburg) berlangsung pada tahun 1688–1697. Penamaan lainnya bisa juga disebut Perang Aliansi Agung/Penerus Palatine/Liga Augsburg. Merupakan pertempuran besar pada akhir abad ke-17. Antara Louis XIV, raja Perancis bertempur melawan Aliansi Besar yang terdiri dari Inggris, Spanyol, Swedia, Bavaria dan Kekaisaran Romawi. Wilayah utama Jerman barat dan Palatinate dihancurkan. Seperti, kota Mannheim atau Heidelberg hancur total. Namun, konflik ini tidak hanya di Jerman tetapi juga di belahan Eropa lainnya.

Perang Tujuh Tahun (1756-1763)

Perang Bangsa Barat

Perang Tujuh Tahun merupakan konflik global yang terjadi antara 1756 sampai 1763. Konflik ini melibatkan setiap kekuatan besar Eropa pada waktu itu. Membentang di lima benua, yang memengaruhi Eropa, Amerika, Afrika Barat, India, dan Filipina. Konflik Eropa ini terbelah menjadi dua koalisi. Dipimpin oleh Kerajaan Inggris Raya, termasuk Kerajaan Prusia, Kerajaan Portugal, Brunswick-Lüneburg (Hanover), dan negara-negara kecil Jerman lainnya. Melawan Kerajaan Prancis, termasuk kekaisaran Austria, Kekaisaran Rusia (sampai 1762), Kerajaan Spanyol, dan Kekaisaran Swedia. Sementara itu, di India, beberapa pemerintahan regional dalam Kekaisaran Mughal dengan dukungan Prancis, mencoba menghancurkan upaya Inggris untuk menaklukkan Benggala. Akibat konflik global Tujuh Tahun ini, sekitar 900.000 hingga 1.400.000 orang terbunuh.

Revolusi Amerika (1775-1783)

Perang Bangsa Barat

Revolusi Amerika terjadi dari tahun 1775 hingga 1783. Dikenal sebagai Perang Kemerdekaan Amerika. Dimulai dengan konfrontasi antara pasukan Inggris dan milisi lokal di Lexington dan Concord, Massachusetts, pada 19 April 1775. Seiring berjalannya waktu, konflik ini menjadi skala global. Inggris di satu sisi sedangkan Amerika, Prancis, Belanda, dan Spanyol di sisi lain-nya. Pada Oktober 1781, konflik hampir berakhir ketika Jenderal Cornwallis dikepung dan dipaksa menyerahkan posisi Inggris di Yorktown, Virginia. Dua tahun kemudian, Perjanjian Paris membuatnya resmi: Amerika merdeka.

Perang Sepanyol-Inggris (1779)

Perang Bangsa Barat

Pengepungan Gibraltar, pengepungan terlama yang pernah dialami Angkatan Bersenjata Inggris. Dimulai setelah Spanyol secara resmi menyatakan perang terhadap Inggris pada 16 Juni 1779. Pengepungan itu merupakan upaya yang gagal oleh Spanyol dan Prancis. Untuk merebut Gibraltar dari Inggris selama Perang Kemerdekaan Amerika (1775 -1783).

Dimulai setelah konflik antara Inggris Raya dan koloni-koloni Amerika Utara. Tetapi pada tahun 1779 baik Spanyol dan Prancis telah menawarkan kesetiaan mereka kepada Amerika. Prancis sudah menyatakan perang terhadap Inggris pada tahun 1778 dan April 1779. Spanyol bersama-sama dengan Prancis, mulai memulihkan wilayah yang hilang. Tujuan utama Spanyol, seperti dalam Perang Tujuh Tahun, adalah memperoleh kembali Gibraltar dan Minorca.

Revolusi Perancis (1789-1799)

Perang Bangsa Barat

Revolusi Perancis adalah periode pergolakan sosial dan politik yang luas di Perancis dan koloninya dimulai dari tahun 1789-1799. Terinspirasi oleh faham liberal dan radikal, Perang revolusi ini sangat mengubah jalannya sejarah modern. Memicu kemunduran global monarki absolut dan menggantinya dengan republik dan demokrasi liberal.

Juga memicu gejolak politik, dan akhirnya memuncak dalam kediktatoran di bawah Napoleon Bonaparte. Yang membawa banyak prinsipnya ke daerah-daerah yang ia taklukkan di Eropa Barat dan sekitarnya. Revolusi ini, melepaskan gelombang konflik global yang meluas dari Karibia hingga ke Timur Tengah. Para sejarawan secara luas menganggap Revolusi ini sebagai salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah manusia.

Perang Era Napoleon (1799–1815)

Perang Bangsa Barat

Perang Napoleon (Napoleonic Wars) adalah serangkaian konflik yang terjadi pada awal abad ke-19, setelah Revolusi Perancis berakhir. Pertempuran Era Napoleon berawal dari tahun 1799, melibatkan hampir seluruh negara Eropa Barat. Seperti: Inggris, Perancis, Spanyol, Austria, Rusia, Belgia, dan diakhiri dengan pertempuran Waterloo 12 Juni, 1815.

Amerika-Inggris (1812-1815)

Perang Bangsa Barat

Perang 1812 merupakan konflik antara Amerika Serikat dan Inggris yang sangat mempengaruhi Teluk Massachusetts pada abad ke-19. Merupakan pertempuran kedua dan terakhir antara kedua negara. Terjadi karena berbagai alasan, tetapi, seperti halnya Revolusi Amerika, konflik itu dipicu oleh campur tangan Inggris dalam perdagangan Amerika. Ketegangan meningkat ketika Inggris mulai menghentikan kapal-kapal Amerika dari perdagangan di Eropa. Konflik secara resmi berakhir dengan Perjanjian Ghent pada tahun 1815.

Revolusi Belgia (1830-1831)

Perang Bangsa Barat

Revolusi Belgia (Perancis : "Révolution belge", Belanda : "Belgische Revolutie/opstand /omwenteling", Jerman : "Belgische Revolution"). Merupakan perang yang menyebabkan pemisahan dari provinsi-provinsi selatan dari Belanda dan pembentukan negara Belgia yang merdeka. Banyak kaum liberal menganggap bahwa pemerintahan Raja William I lalim. Tingkat pengangguran dan kerusuhan industri yang tinggi di antara kelas pekerja

Pada 25 Agustus 1830, kerusuhan pecah di Brussel dan toko-toko dijarah. Penonton teater yang baru saja menonton opera La muette de Portici bergabung dengan massa. Pemberontakan terjadi di tempat lain di negara ini. Pabrik-pabrik diduduki dan mesin-mesin dihancurkan.

Massa diredam secara singkat setelah William mengirim pasukan ke Provinsi-provinsi Selatan. Tetapi kerusuhan berlanjut dan kepemimpinan diambil alih oleh kaum radikal. Setelah pelantikan Leopold I sebagai "Raja Belgia" pada tahun 1831. Raja William terlambat untuk merebut kembali Belgia. Pada 1839 Belanda menerima keputusan konferensi London dan kemerdekaan Belgia dengan menandatangani Perjanjian London.

Revolusi Hongaria (1848-1849)

Perang Bangsa Barat

Revolusi 1848-1849 adalah peristiwa yang menentukan dalam sejarah Hongaria. Bangsa ini memperjuangkan hak-hak sipil dengan reformasi sosial mereka untuk menjadi independen dari Kekaisaran Austria yang diperintah oleh dinasti Habsburg. Setelah serangkaian kekalahan perang Austria yang serius pada tahun 1849, Kekaisaran Austria mendekati jurang kehancuran.

Karena itu, kaisar muda Franz Joseph I harus meminta bantuan Rusia atas nama Aliansi Suci.  Tsar Nicholas I menjawab permintaan Franz Joseph I itu dengan mengirim 200.000 pasukan kuat dan 80.000 pasukan tambahan. Pada akhirnya, pasukan gabungan Rusia dan Austria itu mengalahkan pasukan Hungaria.

Rusia-Jepang (1904-1905)

Perang Bangsa Barat

Perang antara Rusia dan Jepang dari tahun 1904-1905 dipicu oleh isu-isu strategis, hubungan internasional dan faktor-faktor pribadi. Ekspansionisme Rusia dan pesatnya pertumbuhan militer Jepang serta modernisasi menimbulkan bentrokan atas kepentingan militer, politik, dan perdagangan di Asia Timur (Imperialisme di Asia).

Dalam pertempurab Tiongkok-Jepang tahun 1894-1895, Jepang memberangus kekuatan Cina di Korea dan memenangkan kendali atas Semenanjung Liaotung di Manchuria. Aliansi Rusia, Prancis, dan Jerman, menekan Jepang untuk mengembalikan semenanjung itu. Ketegangan meningkat ketika Rusia mendirikan Bank Rusia-Korea, menuntut kontrak dua puluh lima tahun dari Cina di Semenanjung Liaotung.

Selanjutnya, pada tahun 1897 Rusia memulai pembangunan kereta api di wilayah Cina untuk jalur perdagangan. Potensi kereta api sebagai instrumen kontrol ekonomi, kolonisasi dan kebijakan militer menyebabkan kekhawatiran di kalangan para pemimpin Jepang. Pada tahun 1902, Jepang menandatangani perjanjian dengan Inggris. Yang menjamin intervensi Inggris jika ada negara yang bergabung dengan Rusia dalam melawan Jepang. Secara efektif menghilangkan ancaman keterlibatan kekuatan Eropa lainnya jika permusuhan meletus.

Yevgeni Ivanovich Alekseyev (1843-1917), misalnya, mendorong Tsar untuk memperkuat pasukan Timur Jauhnya. Ketika mereka seharusnya menarik diri dari Manchuria. Ketika negosiasi terhenti, pada malam 8-9 Februari 1904 kapal perusak Jepang melancarkan serangan mendadak terhadap kapal Rusia. Serangan ini terjadi di Port Arthur di Manchuria dan Chemulpo (Inchon) di Korea. Pada 10 Februari 1904, setelah serangan awal terjadi, Jepang menyatakan perang.

Perang Dunia I (1914-1918)

Perang Bangsa Barat

Perang Dunia I (sering disingkat PD I atau PD 1 ), juga dikenal sebagai Perang Dunia Pertama. Merupakan konflik global yang berasal dari Eropa berlangsung dari 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918. Menyebabkan pengerahan lebih dari 70 juta personil militer, termasuk 60 juta orang Eropa. Menjadikannya salah satu konflik terbesar dalam sejarah. Ini juga salah satu konflik yang paling mengerikan dalam sejarah. Dengan perkiraan sembilan juta prajurit dan tujuh juta kematian warga sipil sebagai akibat dari konflik ini. Termasuk genosida dan pandemi influenza tahun 1918 menyebabkan 50 hingga 100 juta kematian di seluruh dunia.

Perang Dunia II (1939-1945)

Perang Bangsa Barat

Perang Dunia II (dengan singkatan PD II atau PD 2), atau dikenal sebagai Perang Dunia Kedua dengan istilah "perang total".Berlangsung dari tahun 1939 hingga 1945. Kemajuan teknologi Barat telah berbalik dengan sendirinya. Tragedi yang paling merusak dalam sejarah manusia. Sebagian besar negara di dunia membentuk 2 aliansi militer yang berlawanan: Sekutu dan poros. Blok Poros: Jerman, Italia, Jepang. Blok Sekutu: Inggris Raya (dan negara-negara Persemakmurannya), Uni Soviet, China dan Amerika Serikat.

Tujuh hari setelah bunuh diri Adolf Hitler, Jerman menyerah tanpa syarat pada 7 Mei 1945. Jepang akan terus bertempur selama hampir empat bulan sampai kekalahannya pada 2 September. Dengan dijatuhkannya bom atom di kota Nagasaki dan Hiroshima oleh pasukan Amerika. Korban akibat konflik PD II ini sangat fantastis. Yakni sebanyak 50 juta hingga 85 juta jiwa, yang sebagian besar adalah warga sipil. Ini termasuk pembantaian massal/genosida, kematian akibat kelaparan dan penyakit, dan penggunaan senjata nuklir.

Perang Bangsa Barat Lainnya

Selain 35 daftar perang bangsa barat di atas, ternyata masih banyak pertempuran lainnya. Diantaranya: Prusia dengan Austria memerangi Jerman (1812). Rusia-Turki (1828-1829), Kemerdekaan Yunani (1829), konflik negara-negara bagian Amerika Serikat (1816-1865). Revolusi pengikut-pengikut Jackson/Jacksonians (1828-1837). Crimean/Krim, Inggris, Perancis dan Sardenia melawan Rusia (1854-1856). Jerman dan Prusia melawan Austria (1866), Perancis-Prusia, (1870-1871), Revolusi Italia (1848).

Pertempuran lainnya seperti: Sikh (1849), Revolusi Jerman (1848), Sardinia dan Jerman memerangi Rusia (1855), Perang Civil (1861-1865). Austria-Prusia yang dikenal dengan "Perang Tujuh Minggu" (1866). Perancis-Prusia (1870-1871), Spanyol-Amerika (1898), Boer (1899-1902), Balkan (1912-1913) dan perang lainnya yang masih banyak lagi. Semoga penjelasan singkat 35 daftar perang bangsa barat pada generasi sebelum masehi dan sesudahnya ini menambah wawasan kita. Semoga bermanfaat