Cineam.net

Qurban, Amalan Berdimensi Ritual, Ekonomi dan Sosial

Pelaksanaan ibadah qurban merupakan amalan yang berdimensi ritual, ekonomi, dan sosial. Berdimensi ritual karena ibadah individual dan sebagai manifestasi kepatuhan terhadap perintah Allah. Ibadah ini juga berdimensi ekonomi. Karena dengan membeli hewan qurban dari peternak kecil, berarti kaum secara tidak langsung telah berpartisipasi. Terutama dalam mendorong peningkatan ekonomi rumah tangga peternak itu. Sedangkan dimensi sosial akan terwujud ketika peserta qurban dengan ikhlas memotong hewan dan membagikannya untuk kaum fakir dan miskin.

Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah terputus. (QS Al-Kausar: 1--3)

Qurban, Amalan Berdimensi Ritual, Ekonomi dan Sosial

Ibadah qurban termasuk ibadah sunah muakadah (dianjurkan) terutama bagi orang-orang berharta lebih. Dalam sebuah hadis terkenal. Rasulullah ﷺ melarang kaum muslimin berpunya untuk mendekati mushola Nabi jika mereka tidak melaksanakan qurban pada waktunya. Karena pentingnya ibadah ini, Rasulullah ﷺ selalu berqurban dari mulai turunnya perintah tersebut hingga beliau wafat.

Sebelum Nabi ﷺ, syariat qurban juga telah dilakukan oleh putra Nabi Adam. Habil yang mengurbankan seekor domba yang sehat dan paling disayangi. Pengurbanan Habil diterima Allah ﷻ, sedangkan Qabil tertolak karena bukan dari kualitas baik. Ini mengajarkan kepada kita. Bahwa dalam berqurban hendaknya kita menyembelih hewan ternak yang tidak sakit. Yang paling penting tidak jelek, tidak kurang umur, tidak kurus, dan tidak cacat.

Kisah Qurban Nabi Ibrahim

Ketika Nabi Ibrahim dalam mimpinya mendapat perintah untuk menyembelih anak lelaki kesayangannya, Ismail, yang ketika itu sedang tumbuh dengan lucu-lucunya. Dengan istiqamah yang tinggi Nabi Ibrahim melaksanakan mimpinya itu tanpa ragu. Kisah berqurban tersebut mengajarkan agar kita dengan sepenuh hati dan tanpa ragu menjalankan perintah Allah ﷻ.

Ketika krisis multidimensi masih mendera bangsa ini, setiap kita--siapa pun dan apa pun pangkat--selayaknya semangat berqurban kita tumbuhkan. Sebagai rakyat, kita merindukan pemimpin yang mau berqurban demi kepentingan bangsa dan negara. Bukan malah mengurbankan bangsa, negara, dan rakyat demi kepentingan sendiri dan kelompoknya. Beban berat ekonomi yang harus dipikul itu hendaknya tidak melalaikan kita dari melaksanakan ibadah qurban.

Maka qurban sesungguhnya adalah ibadah (QS 108:1--3). Qurban juga merupakan ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah ﷻ disertai dengan keikhlasan. Qurban juga akan meningkatkan rasa persaudaraan sesama Muslim. Oleh karena itu, berqurbanlah.