Cineam.net

Resusitasi Jantung Paru Pada Orang Dewasa, Anak-anak dan Bayi

Resusitasi jantung paru (RJP) pada orang dewasa, anak-anak dan bayi masing-masing berbeda dalam tindakan dan penanganannya. Resusitasi jantung paru (RJP) atau dalam bahasa asing (Inggris) biasa disebut CPR (Cardiopulmonary resuscitation).Merupakan tindakan pada orang pingsan, saluran pernapasan mungkin mampet, pernapasan mungkin terhenti, dan peredaran darah mungkin berhenti. RJP ini tujuannya untuk melancarkan pernapasan yang menyempit/terhenti. Tindakan RJP dilakukan pada korban tenggelam, terjatuh, syok karena kecelakaan, serangan jantung dan lain-lain. Tindakan penyelamatan RJP pada orang pingsan hendaklah mengikuti prosedur.

Perlu digaris bawahi, untuk korban pingsan karena kecelakaan jangan langsung dipindahkan, sebab dikhawatirkan ada tulang yang patah. Lebih baik serahkan kepada petugas medis. Beda halnya dengan korban tenggelam atau serangan jantung, tindakan RJP harus segera dilakukan.

Anda juga perlu mengenal rumus CAB resusitasi.  C-A-B yang berarti Circulation (menekan dada), Airway (membuka saluran pernapasan), dan Breathing (bantuan nafas). Tahapan rumus C-A-B ini untuk tindakan penyelamatan melalui resusitasi jantung paru.

Resusitasi Jantung Paru Pada Orang Dewasa, Anak-anak dan Bayi

Resusitasi Jantung Paru

Berikut ini tahapan-tahapan sebelum melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) pada korban pingsan.

  • Pemeriksaan Korban Pingsan

Ketika aktivitas normal otak terganggu, orang dapat pingsan dengan sebab-sebab tertentu, ciri-cirinya sebagai berikut :

  1. Tidak dapat merespon dengan normal terhadap pertanyaan sederhana atau sentuhan.
  2. Tidak tanggap terhadap bahaya dan tidak dapat melindungi diri sendiri.
  3. Tidak dapat membersihkan saluran pernapasan dari darah, air liur, muntahan atau benda asing yang dapat menghambat pernapasan. Mulut yang penuh makanan, dapat mendesak dan menghambat kerongkongan.
  • Tindakan
  1. Tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui korban pingsan atau tidak, yaitu dengan bertanya atau memerintah, seperti "Siapa Namamu ?" atau "Buka Mata," dan goyangkan bahu. Jika tidak ada respon, berarti orang tersebut pingsan.
  2. Letakan korban pada posisi miring, periksa pernapasan, saluran pernapasan, dan denyut nadi.
  3. Jika bernapas dan denyut nadi bagus, baringkan ia dalam posisi miring, pastikan saluran pernapasan bersih dan terbuka. Sering-seringlah memeriksa pernapasan, saluran pernapasan, dan denyut nadi sampai datang bantuan medis.
  • Posisi Miring Korban
  1. Bengkokan lutut korban.
  2. Luruskan lengan kanan kearah luar, dan lipatlah lengan kiri diatas dada dengan jari dekat dengan bahu kanan.
  3. Bengkokan kaki kiri ke atas sampai telapak kaki dekat dengan lutut kaki kanan.Resusitasi Jantung Paru Pada Orang Dewasa, Anak-anak dan Bayi
  4. Pegang bahu dan pinggul dekat anda, gulingkan korban menjauhi anda sampai miring. Bagian atas kaki bersandar tanah, paha kiri menekuk, tumit paralel dengan kaki kanan yang lurus.Resusitasi Jantung Paru Pada Orang Dewasa, Anak-anak dan Bayi
  5. Sandarkan bagian atas lengan yang ditekuk ke siku lengan yang lurus.
  6. Jika usia korban tidak kurang dari 1 tahun, tengadahkan kepala ke belakang. Wajah harus diputar sedikit ke bawah untuk memudahkan cairan keluar dari mulut dan menjauhi saluran pernapasan.
  • Membersihkan dan Membuka Saluran Pernapasan Korban

Saluran pernapasan adalah saluran dari hidung dan mulut ke paru-paru, dimana udara masuk dan keluar dari paru-paru. Jika saluran pernapasan korban tertutup, pernapasan akan berhenti. Oleh karena itu, usahakan tetap bersih dan terbuka.

  • Tindakan 
  1. Letakan korban pada posisi miring.
  2. Periksalah mulut untuk mengetahui apakah ada muntahan, benda asing, atau gigi patah. Bersihkan atau keluarkan benda itu dengan jari. Keluarkan gigi jika ada yang patah atau lepas.
  3. Usahakan saluran pernapasan terbuka sehingga pernapasan lancar. Dengan cara memiringkan bagian kepala korban, dengan salah satu tangan anda di dahi dan dagunya.
  • Memeriksa Pernapasan

Pernapasan berjalan teratur, lancar, dan mudah.

  • Tindakan
  1. Lihat naik turun dada bagian bawah dan perut.
  2. Dengarkan dengan peka untuk bisa merasakan keluarnya udara dari hidung dan mulut korban. Dengan melekatkan pipi anda dekat dengan wajah korban.
  3. Jika tidak bernapas, segera ambil tindakan.

Tindakan Resusitasi Jantung Paru

Sebelum melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP), periksa terlebih dahulu denyut nadi korban. Perlu Anda ketahui bahwa jumlah denyut nadi sama dengan jumlah denyut jantung. 60-80 denyut reguler yang kuat permenit adalah normal untuk orang dewasa; sampai 100 untuk anak-anak, dan sampai 140 untuk bayi. Ketika jantung berhenti, aliran darah berhenti, pernapasan berhenti dan si korban akan pingsan. Nadi rahang harus selalu diperiksa jika dia pingsan, luka atau sakit.

  • Tindakan

Resusitasi Jantung Paru Pada Orang Dewasa, Anak-anak dan Bayi

  1. Perlahan-lahan letakkan ujung dua atau tiga jari anda di batang tenggorokan korban, kemudian geser ke alur dan otot besar. Rasakan hanya satu sisi ketika memeriksa nadi. Agar lebih mudah, rasakan nadi di sisi terluar leher.
  2. Rasakan denyut nadi selama tiga detik.
  3. Jika berhenti, segera mulailah pernapasan buatan dengan menekan jantung.

RJP, pernapasan buatan dengan menekan dada posisi jantung/pijat jantung. Adalah kombinasi antara menekan dada dari luar (EEC, External Cardiac Compression, atau menekan jantung). Tujuannya, ada sirkulasi udara sampai paramedis datang. RJP sangat melelahkan dan idealnya dilakukan oleh dua orang agar ritmenya terjaga.

Resusitasi Pada Orang Dewasa

Berikut ini tahapan demi tahapan untuk tindakan resusitasi jantung paru pada orang dewasa.

Resusitasi Jantung Paru Pada Orang Dewasa, Anak-anak dan Bayi

  1. Berlututlah di sebelah tubuh dan kepala korban.
  2. Baringkan korban.
  3. Cari ujung tengah tulang dada: geserlah jari kedua tangan anda di sepanjang rusuk terbawah di kedua sisi. Mulailah dari bagian luar dan bergerak ke dalam, sampai bertemu di tengah. Biarkan jari telunjuk salah satu tangan anda di ujung ini. Letakkan jari telunjuk tangan lain dialur antara tulang selangka (di atas tulang dada). Rentangkan ibu jari kedua tangan anda sampai bertemu di tengah tulang dada korban.
  4. Usahakan tangan anda yang terletak di dekat kepala korban tetap dalam posisi ini. Letakkan tangan yang lain di bawahnya, diseparuh tulang dada bagian bawah. Jari harus rileks, agak diangkat, dan menunjuk dada.
  5. Letakkan tangan anda yang terletak di dekat kepala korban di atas tangan lain. Mengunci jari tangan bawah, atau mengunci ibu jari di sekitar pergelangan tangan yang di bawah.
  6. Pertahankan tangan anda tetap lurus. Dengan menggunakan tumit tangan lurus. Dengan menggunakan tumit tangan di bawah, tekan tulang dada sekitar 4-5 cm, tanpa menekan tulang rusuk. Hentikan tekanan, biarkan dada membusung, tetapi jangan memindahkan tangan. Teruskan menekan, terus bergantian menekan dan melapas. Jika Anda sendirian :Tekan tulang dada 15 kali selama 10-12 detik. Lakukan pernapasan buatan melalui mulut. Berikan napas dalam 3-5 detik. Jika Anda punya teman :Satu orang menekan dada bagian jantung kemudian lainnya melakukan pernapasan buatan melalui hidung. Berikan 5 tekanan, 1 pernapasan, dalam 5 detik. Orang yang menekkan harus menghitung dengan keras. Sehingga pada hitungan ke-5 pernapasan buatan melalui hidung dapat diberikan orang lain tanpa jeda.
  7. Periksalah denyut nadi setelah 1 menit dan setelah 2 menit. Jika denyut nadi berhenti lanjutkan pernapasan dengan menekan dada. Jika nadi berdenyut tetapi napas tidak kembali, hentikan menekan dada dan mulailah napas buatan dengan mulut.
  8. Ketika nadi dan napas kembali normal, baringkan korban di posisi miring.

Resusitasi Pada Anak 1-8 Tahun

Untuk resusitasi jantung paru pada anak, sangat dianjurkan untuk belajar/kursus terlebih dahulu supaya teknik yang digunakan benar. Tulisan pada artikel ini adalah pedoman, penting untuk belajar resusitasi jantung paru supaya sesuai prosedur.

Resusitasi Jantung Paru Pada Orang Dewasa, Anak-anak dan Bayi

  1. Cari bagian tengah tulang dada (anak 1-8 tahun). Lihat langkah 3 di atas pada napas buatan dengan menekan dada.
  2. Letakkan pangkal tapak tangan anda yang dekat perut persis di bawah bagian tengah tulang dada. Usahakan jari rileks, agak diangkat dan menunjuk ke dada.
  3. Gunakan hanya tapak tangan ini, tanpa tangan lain, tekan dada sekitar 2-3 cm, dengan teratur dan pelan-pelan.

Resusitasi Pada Bayi

Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan untuk tindakan resusitasi jantung paru pada bayi.

Resusitasi Jantung Paru Pada Orang Dewasa, Anak-anak dan Bayi

  1. Cari bagian tengah tulang dada. Lihat pernapasan buatan dengan menekan dada orang dewasa, langkah 1-3 di atas.
  2. Tekan hanya dengan telunjuk dan jari tengah di separuh bagian bawah tulang dada bayi. Tekan dada pelan-pelan sekitar 1,5 cm.
  3. Jika Anda sendiri berikan 15 tekanan, kemudian 2 napas pendek dengan cepat selama 10 detik. Jika ada teman yang membantu, berikan tekanan, kemudian 1 napas pendek dengan cepat selama 3 detik.

Tindakan Pernapasan Buatan Dari Mulut ke Mulut

Pernapasan buatan dari mulut juga termasuk tindakan penyelamatan resusitasi jantung paru. Diantaranya pernapasan buatan dari mulut ke mulut yang merupakan pernapasan buatan paling manjur. Pernapasan dari mulut ke hidung dilakukan ketika rahang korban sakit parah atau ia disadarkan di air. Pernapasan buatan dari mulut ke hidung dilakukan untuk bayi dan anak kecil ketika mulut anda dapat mencakup mulut dan hidung.

Pernapasan buatan dari mulut ke masker dilakukan oleh orang yang dilatih dalam teknik ini, bertujuan menghindari kontak mulut dengan mulut. Mungkin korban menderita penyakit, seperti virus hepatitis atau HIV (Human Immunodeficiency Virus), yang dapat menular melalui darah dan cairan tubuh lain. Namun karena resiko tertular sangat rendah. Untuk orang yang memberikan pertolongan pernapasan buatan dari mulut ke mulut, tidak perlu dihindari jika tidak ada masker.

  • Tindakan
  1. Berlututlah tepat di sebelah korban.
  2. Baringkan korban secara perlahan.
  3. Miringkan kepala agak ke belakang, topang rahang dengan jari anda dan jangan menekan tenggorokan, serta mulut korban harus terbuka sebagian.
  4. Tutup hidung korban dengan pipi, kemudian ambil napas dalam-dalam dan letakan mulut anda di atas mulutnya. Setelah itu tutuplah semua mulut yang terbuka.Resusitasi Jantung Paru Pada Orang Dewasa, Anak-anak dan Bayi
  5. Usahakan kepala korban tetap miring dan berikan 5 pernapasan penuh dalam 10 menit.
  6. Periksalah nadi di rahang. Jika denyut nadi berhenti, mulailah pernapasan buatan dengan menekan dada dan jantung.
  7. Jika denyut nadi normal, periksa pernapasan, letakan wajah anda dekat dengan mulut korban. Dengarkan dan rasakan udara yang dikeluarkan.Resusitasi Jantung Paru Pada Orang Dewasa, Anak-anak dan Bayi
  8. Jika tidak ada pernapasan, berikan pernapasan buatan dengan mulut. Pastikan kepala mengadah ke belakang.
  9. Mulut dan hidung ditutup sehingga tidak ada udara ke luar dan saluran pernapasan bersih. Jika perut menggelembung, mungkin saluran pernapasan tertutup. Berikan 1 kali pernapasan setiap detik.
  10. Setelah 1 menit, periksalah denyut nadi dan pernapasan lagi dan teruskan setiap 2 menit.
  11. Ketika korban bernapas lagi, miringkan dia dan sering periksalah saluran pernapasan, denyut nadi, dan pernapasan.

Pernapasan Buatan Dari Mulut ke Hidung

  1. Berlututlah tepat di sebelah korban.
  2. Baringkan dia dengan kepala menengadah ke belakang.
  3. Sanggahlah rahangnya dengan jari anda. Tutup mulut korban, usahakan selalu tertutup, dengan ibu jari dibibir bawah.
  4. Ambil napas dalam-dalam, buka mulut anda lebar-lebar dan letakan di atas hidung korban tanpa menekan cupung hidung yang halus.
  5. Hembuskan napas ke hidung korban.
  6. Pindahkan mulut anda agak menjauh. Buka bibir bawah korban dengan jari agar dia mengeluarkan udara.
  7. Lanjutkan pernapasan mulut ke mulut langkah 5-10 di atas korban.

Pernapasan Buatan Dari Mulut Ke Hidung (Bayi dan anak-anak di bawah usia 8 tahun)

  1. Setelah membersihkan saluran pernapasan, baringkan anak dengan sedikit miring atau (horizontal jika ia berusia di bawah 1 tahun). Sanggahlah rahangnya dengan jari anda.
  2. Letakan mulut anda di atas hidung anak. Buka mulut anak sedikit, tiuplah perlahan-lahan (5 tiupan dalam 10 detik) cukup untuk menggembungkan dada anak.Resusitasi Jantung Paru Pada Orang Dewasa, Anak-anak dan Bayi
  3. Lanjutkan pernapasan dari mulut ke mulut, langkah 6-10 pada point yang sudah dibahas sebelumnya. Namun berikan 1 napas pendek setiap 3 detik.

Pernapasan Buatan Dari Mulut ke Masker

  1. Berlututlah di atas kepala korban dengan menghadap ke kakinya.
  2. Letakan ujung masker yang sempit sebagai penjembatan ke hidung korban. Gunakan ke 2 tangan anda, letakan di kedua sisi rahang, agar saluran pernapasan terbuka. Pegang masker dengan kencang agar tetap di tempatnya, membentuk penutup udara dengan rapat.Resusitasi Jantung Paru Pada Orang Dewasa, Anak-anak dan Bayi
  3. Ambil napas dalam-dalam, hembuskan melalui ujung masker dekat mulut.
  4. Pindahkan mulut anda agar korban dapat bernapas. Lanjutkan pernapasan dari mulut ke mulut, langka 5-10 tadi.

Itulah tahapan demi tahapan serta panduan lengkap resusitasi jantung paru (RJP) terhadap orang dewasa, anak-anak serta bayi.