Cineam.net

Samuel Earle Shropshire

Samuel Earle Shropshire (69 tahun) mantan pastur, ia memiliki gelar Ph.D dalam bidang teologi. Seorang mualaf dari Amerika yang telah tinggal di Arab Saudi. Kunjungan ke Negara Arab untuk pertama kalinya pada bulan November 2011 dan dirinya belum mengenal lebih dekat tentang Islam. Informasi seputar Islam yang dia dengar kebanyakan hanya membahas sisi negatifnya saja.

Di negaranya Amerika siaran berita selalu menyuguhkan dan mengangkat berita terbaru mengenai teroris. Dalam siaran tersebut setiap 30 menit orang menyaksikan adegan mengerikan tentang pemboman, pertumpahan darah dan pembunuhan yang dikaitkan dengan Islam.

Samuel Earle Shropshire

Samuel Earle Shropshire

Untuk kunjungannya ke negara Arab, Samuel Earle Shropshire diundang langsung oleh Safi'i Kaskas untuk bekerja dalam "Q Project". Dr. Kaskas ingin menghasilkan terjemahan baru bahasa Inggris US yang mudah dibaca untuk generasi pemuda Amerika. Berhubung Samuel tidak bisa membaca dan berbicara bahasa Arab, akhirnya dirinya tidak jadi melakukan penerjemahan, hanya memeriksa bahasa Inggris, untuk memastikan bahwa terjemahan Al-Qur'an yang baru mudah dipahami.

Dalam pekerjaannya itu, mengharuskan dirinya membaca Quran secara berulang kali untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam penerjemahan. Bisa dibayangkan, selain tidak memiliki pengetahuan tentang Islam, dirinya juga memiliki segudang pertanyaan. Samuel terkejut setelah membaca dan mengetahui bahwa Yesus (Isa Almasih) sering disebutkan dalam Al-Qur'an.

Dirinya mengatakan bahwa Isa disampaikan sebagai salah satu Nabi terbaik. Bahkan cerita mengenai perawan (Maryam) melahirkan ada di dalam Qur'an. Banyak Mukjizat yang dilakukan Isa, yang Samuel dapati dalam Qur'an. Samuel juga menambahkan bahwa ada beberapa mukjizat Isa yang disebutkan dalam Qur'an yang tidak disebutkan dalam Injil.

Kini ketertarikan terhadap Islam secara perlahan mulai ia rasakan. Samuel menceritakan pengalamannya, ketika itu di malam hari di tempat dirinya menginap sekaligus tempat ia bekerja. Selalu berdiri di balkon dengan melihat ke arah masjid tepat di seberang jalan. Mendengar panggilan shalat serta terlihat aktivitas lelaki dan perempuan datang dan pergi dari masjid tersebut.

Terlihat juga anak-anak bermain bola di tempat parkiran masjid. Baginya terlihat seperti gereja di Amerika kecuali menara masjidnya. Tergerak hatinya ingin berada dalam masjid tersebut, merasa didorong oleh Tuhannya untuk kesana. Beberapa bulan kemudian akhirnya Samuel memberanikan diri untuk berjalan dan mengetuk pintu Masjid Taqwa.

Samuel Mengetuk Pintu Masjid

Samuel menceritakan bahwa sebelumnya tidak ada yang mengetuk pintu masjid. Biasanya mereka hanya membuka pintu dan masuk. Dirinya tidak yakin akan diterima dan akhirnya mencoba untuk berdiri dan mencoba mengetuk pintu. Akhirnya datang seseorang untuk membuka pintu dan berkata, "ada yang bisa saya bantu ? ". Samuel berkata, "nama saya Samuel, saya orang Kristen dari Amerika, bolehkah saya masuk ?".

Orang yang membuka pintu itu bernama Syafiq Zubair seorang muadzin. Syafiq mendekat dan memeluk Samuel sambil berkata, "tentu saja, silahkan masuk". Pada waktu itu Samuel duduk dibelakang masjid diwaktu shalat selama tiga hari. Tidak mengerti apa yang terjadi. Hanya melihat orang berdiri, membungkuk, menaruh kepala mereka dilantai dengan dipimpin langsung oleh imam, kenang Samuel.

Pengetahuannya sangat sedikit akan apa yang terjadi, tapi dirinya merasa Sang Pencipta hadir di masjid tersebut. Dirinya begitu kagum dengan orang-orang di Masjid Taqwa karena diterima dengan ramah. Setelah tiga hari dirinya meminta pada Syafiq untuk mengajarkannya surat pertama Al-Qur'an, yakni Al-Fatihah.

Ini unsur yang diperlukan dalam shalat lima waktu. Samuel menghafalkan suara tapi tidak tahu arti dari suara tersebut. Jadi dirinya mulai membandingkan dengan terjemahan bahasa Inggris yang dikuasainya. Akhirnya Samuel sadar bahwa tidak ada dalam Al-Fatihah yang tidak konsisten dengan ajaran Kristen. Dirinya membaca kata demi kata yang membesarkan hati bahwa Allah adalah yang Maha Pengasih, Pemberi Rahmat dan Ampunan.

Akhirnya hidayahpun turun menghampiri Samuel. Hatinya tersentuh oleh kata-kata Al-Qur'an dan cinta dan rasa kasih sayang yang ditunjukan oleh orang-orang di Masjid Taqwa tersebut. Dr. Sadiq Malki kemudian mengantarkannya ke Islamic Education Foundation di Alhamra Jeddah. Akhirnya Samuel Earle Shropshire resmi mengucapkan dua kalimat syahadat dan kini jadi mualaf.