Cineam.net

Syahadatnya Yahudi Buta Sang Pencaci Rasulullah

Syahadatnya Yahudi Buta Sang Pencaci Rasulullah

Syahadatnya Yahudi Buta Sang Pencaci Rasulullah - Di sudut pasar Madinah, seorang pengemis Yahudi buta selalu terdengar mencaci Rasulullah, "Jangan dekati Muhammad! Dia orang gila, pembohong, tukang sihir. Bila mendekatinya, kalian akan dipengaruhinya."

Setelah Rasulullah ﷺ meninggal dunia, suatu hari Aisyah berkata pada Abu Bakar, "Hampir tidak ada satu sunnah pun yang tidak ayah lakukan, kecuali satu." Apa itu? tanya Abu Bakar. "Setiap hari Rasulullah pergi ke ujung pasar membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta di sana, lalu menyuapinya."

Esok harinya, Abu Bakar menemui pengemis dimaksud dan memberinya makanan. Ketika sang khalifah mulai menyuapinya, tiba-tiba pengemis itu berteriak, Siapa kamu..?, "Aku orang yang biasa menyuapimu," jawab Abu bakar. Ah, bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku. Bila ia mendatangiku, tangan ini tidak perlu memegang dan mulut ini tidak susah mengunyah. Ia selalu menyuapiku dengan lebih dulu menghaluskan makanan dengan mulutnya." kata si Pengemis.

Abu bakar tak kuasa menahan tangisnya, lalu tersendat ia berkata, "Aku memang bukan orang yang biasa mendatangimu. Aku seorang sahabatnya, sedangkan orang yang mulia itu telah meninggalkan kita. Dialah Muhammad Rasulullah ﷺ."

Demi mendengar penjelasan Abu Bakar, si pengemis tersedak. Orang yang selama ini ia coba bunuh karakternya ternyata justru pihak yang paling peduli padanya. Lalu, dengan spontan, ia berucap, "Asyhadu an laa Ilaaha llallaah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullaah." Si pengemis Yahudi  sang pencaci Rasulullah akhirnya ucapkan dua kalimat syahadat.

Mahasuci Allah, betapa pengasih dan tanpa pamrih utusan yang Dia kirim ke muka bumi ini. Bisa kita bayangkan setiap kali Nabi Muhammad menyuapi si pengemis itu, setiap kali pula putra Abdullah ini mendengarkan cacian dan hinaan dari mulut orang yang justru kepadanya ia peduli.

Mahasuci Allah, betapa Rasul-Nya yang agung telah menampakkan kesucian cinta Islam yang tiada tara terhadap umat lain. "Tetangga yang paling pertama harus diberi makanan," kata Rasul yang agung ini, "Adalah mereka yang paling dekat pintu rumahnya dengan kita." Sejarah mencatat, tetangga terdekat Muhammad selama bermukim di Madinah adalah orang Yahudi.

Terima kasih ya Allah, Engkau menurunkan Islam kepada kami. Sebagai agama yang memerintahkan semua penganutnya menebarkan kasih, bukan kekerasan, kepada semua umat manusia. Itulah sepenggal kisah syahadatnya Yahudi buta sang pencaci Rasulullah.