Cineam.net

Syam : Keutamaan, Pembantaian Hingga Pertolongan Allah

Syam, negeri akhir zaman ini memiliki keutamaan tersendiri dan dibalik pembantaian yang terjadi pada saat ini terdapat pertolongan Allah. Huru hara yang menimpa negeri Syam terutama negara Suriah bukanlah perang saudara ataupun sebuah politik dengan dalih memperubutkan minyak bumi yang selama ini dituduhkan oleh sebagian orang. Tetapi tragedi yang menimpa penduduk Syam ini merupakan Genosida. Genosida/genosid yaitu suatu pelanggaran berat terhadap kemanusiaan. Dengan melakukan pembantaian secara massal yang sistematis serta berencana dengan cara memusnahkan suatu suku bangsa/agama.

Syam : Keutamaan, Pembantaian Hingga Pertolongan Allah

Keutamaan Negeri Syam

Keutamaan negeri Syam, negeri para Nabi dan Rasul, banyak disampaikan para penceramah dalam kajian-kajian. Pada saat ini Syam terbagi menjadi empat negara, diantaranya: Suriah, Palestina, Yordania dan Libanon. Negeri Syam memiliki pasukan terbaik di akhir zaman yang dimiliki umat ini. Sebagaimana tertulis dalam kitab hadits, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

"Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang: satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Ibnu Hawalah bertanya: Wahai Rasulullah, pilihkan untukku jika aku mengalaminya. Nabi ﷺ menjawab: "Hendaklah kalian memilih Syam, karena ia adalah negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya, jika tidak bisa hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya), karena Allah menjamin untukku Negeri Syam dan penduduknya." HR. Abu Dawud (2483) Imam Ahmad (4/110) Al-Hakim dan Ibnu Hibban.

Kemudian dalam Hadits lain, Rasulullah ﷺ Bersabda: "Beruntunglah Syam!" Sahabat bertanya: Mengapa demikian wahai Rasulullah ? Lalu beliau menjawab: "Karena sungguh malaikat Allah membentangkan sayap-sayapnya kepada negeri itu." (Tirmidzi, 3/254).

Bahkan Nabi Muhammad ﷺ mendoakan negeri Syam dengan doa yang luar biasa, Beliau mengatakan :

"Ya Allah, berkahilah untuk kami pada negeri Syam kami dan pada negeri Yaman kami." HR. Al-Bukhari.

Dalam penjelasan kali ini, ada kaitannya dengan kaum muslimin Syam Suriah yang sampai saat ini masih mengalami pembantaian yang dilakukan rezim Assad dan sekutunya. Lantas kenapa kita dituntut untuk peduli Suriah ataupun Palestina ? Karena negeri ini adalah merupakan bagian dari negeri Syam, negeri yang disabdakan Rasulullah ﷺ.

Pada awal mulanya negeri Syam ini dibuka oleh (Khalifah Umar bin Khattab), dan juga para sahabat serta orang-orang shaleh yang melakukan perjalanan ke negeri itu. Karena memiliki keutamaan yang telah disabdakan dalam Hadits. Dari negeri penuh berkah ini banyak bermunculan ulama-ulama besar, diantaranya Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Ibnu Taimiyah, Ibnu Katsir dan Imam Nawawi.

Pembantaian di Negeri Syam

Pembantaian umat Islam Ahlussunnah wal jamaah di negeri Syam terus dilakukan rezim Basyar al-Assad. Karena terus mengalami pembantain, rakyat Suriah menginginkan lengsernya penguasa Basyar al-Assad. Pemerintah Assad pun tidak tinggal diam. Dengan mengerahkan bala tentara dan bantuan sekutu, sampai detik ini terus melakukan pembantaian terhadap kaum muslimin Syam.

Para tentara rezim Bashar Al-Assad tidak henti-hentinya menggempur pemukiman masyarakat Muslim Syam yang tidak bersalah. Termasuk Masjid, Sekolah dan tempat perawatan medis. Korban pun terus berjatuhan, dari pertama kali pecah maret 2011 sampai saat ini telah merenggut nyawa ratusan ribu orang. Termasuk kaum perempuan dan anak-anak. Dengan zalimnya, bala tentara Assad dan sekutunya tidak hanya membombardir kampung halaman penduduk Syam, tapi juga melakukan penindasan, penculikan dan merampas kehormatan para muslimah.

Diantara petinggi militer pemerintahan Assad ada yang mengatakan: "Jangan berharap anak-anak kalian bisa berkumpul kembali dengan kalian. Jika kalian ingin mempunyai keturunan lagi, buatlah dengan istri-istri kalian, tapi jika tidak mampu, bawa saja istri-istri kalian kepada kami supaya mereka bisa melahirkan anak lagi."

Para wanita muslimah Syam pun menyampaikan pesan kepada kita semua dengan mengatakan: "Jika saudara-saudara kita tidak mampu memberikan bantuan untuk selamatkan kita, maka kirimkan saja pil-pil anti hamil kepada kami agar kami tidak perlu mengandung anak dari manusia-manusia keji itu," tegasnya.

Kelakuan paling menyakitkan lainnya yaitu, ketika tentara-tentara Assad memaksa rakyatnya supaya bersujud di atas gambar penguasa zalim itu. Kita semua tahu bahwa orang muslim tidak dibenarkan untuk sujud selain hanya kepada Allah ﷻ saja. Bahkan ada yang lebih keji daripada itu, pihak militer Assad memaksa dan menyiksa penduduk Syam untuk mengucapkan, "La ilaha illa Basysyar!" atau "Tiada Tuhan selain Basyar".

Sebuah kekejian dan kebejatan yang menyayat hati yang tidak bisa dibiarkan. Namun tragedi Suriah ini akan menyingkap begitu banyak rahasia yang selama ini tersembunyi, sebagaimana sabda-sabda Rasulullah ﷺ terkait negeri Syam. Meskipun penduduk Syam mengalami pembantaian serta konflik dan peperangan, kesabaran, ketabahan dalam perjuangan selalu mereka junjung tinggi. Keistimewaan negeri Syam, mendapat perhatian secara khusus dalam hadits lainnya, Rasulullah ﷺ bersabda :

"...Ketahuilah, sesungguhnya iman, apabila telah terjadi beragam fitnah, berada di Syam." HR. Ahmad No. 21781, Shahihut-Targhib wat-Tarhib, no. 3092.

"Apabila penduduk Syam telah rusak maka tidak ada kebaikan pada kalian. Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang selalu beruntung tanpa terganggu dari orang-orang yang menipu mereka hingga hari kiamat." HR. Tirmizi no. 2351

Apabila kezaliman sudah mencapai puncaknya, maka suatu saat nanti kekejaman ini akan hilang dengan izin Allah ﷻ. Jika malam semakin gelap, pertanda sinar mentari semakin dekat. Begitulah Sunnatullah, Fir’aun penguasa zhalim nomor wahid pun, hancur sehancur-hancurnya akibat kezalimannya.

Namun perlu diingat, meskipun penduduk Syam menghadapi persenjataan canggih dari pihak militer Assad dan sekutunya Russia, China, Amerika, Iran, Belanda dan negara besar lainnya. Tidak menjadikan para Mujahidin Syam lemah dalam menghadapinya, tapi justru semakin kuat. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ :

"Sesungguhnya kekuatan muslimin pada waktu itu di Ghuthah, di samping kota yang bernama Damaskus yang paling terbaik di negeri Syam." HR. Abu Daud no. 4300.

Sedangkan Imam Izz bin Abdussalam berkata, "Sesungguhnya kekuatan di kerajaan Islam, sebagian besar pasukannya yang berani di negeri Syam." (Targhib Ahlil- Islam Fi Sukna Biladisy-Syam hal. 5).

Pertolongan Allah

Pertolongan Allah di negeri Syam/Suriah, dengan mengirimkan sesosok malaikat yang berjubah putih. Pada saat diselenggarakannya Muktamar Ulama Suriah, yang berlangsung di Negara Turki tahun 2014 yang lalu, para ulama membahas Firman Allah terkait dengan Jihad di Suriah kepada Tim Jurnalis Bersatu. Sebuah laporan dari pejuang kawasan Idlib, Hasan, yang menghadiri acara Muktamar sekaligus menemani ayahnya, yang kebetulan seorang Ulama.

Pada acara tersebut Hasan memberikan penjelasannya terkait dengan pesawat tempur rezim Assad yang terus menerus melakukan pengintaian melalui udara. Pesawat tempur tersebut terus memantau pedesaan penduduk Syam. Dimaksudkan untuk menargetkan pengeboman. Pada saat yang bersamaan para warga dan Mujahidin Syam tidak mempunyai persenjataan canggih untuk membalas penyerangan pesawat tempur tersebut.

Semua urusan diserahkan hanya kepada Allah, dan penduduk Syam hanya bisa bertawakal kepada-Nya. Supaya target pemboman itu tidak melukai mereka. Disaat genting dan menakutkan itu, bom mulai diluncurkan kearah pedesaan penduduk Syam. Akhirnya mereka memohon pertolongan Allah dengan mengumandangkan takbir dengan suara lantang. Dan apa yang terjadi, sungguh di luar nalar manusia. Dengan izin Allah, bom itu tidak meledak sedikitpun dan hanya tergeletak diatas tanah.

Begitupun dengan peluncuran bom kedua, para warga dan Mujahidin Syam terus meminta pertolongan kepada Allah. Sama seperti kejadian pertama, bertakbir dengan sekeras-kerasnya. Dan untuk kedua kalinya Allah memberikan pertolongannya dengan menggagalkan bom tersebut dan tidak meledak. Yang sungguh menakjubkan, ternyata kejadian itu terus berlangsung sampai beberapa kali. Hassan juga melanjutkan bahwa pada saat peluncuran bom terakhir, dengan secara tiba-tiba bom itu meledak. Karena pada saat kejadian para warga dan Mujahidin Syam tidak mengucapkan takbir, sebagaimana dikutip dari Hidayatullah.

Laporan lainnya datang dari Syeikh Anas Ahmad Suwaid yang merupkan salah satu anggota Ulama di Syam, tepatnya kawasan Homs (Suriah). Beliau menceritakan, pada saat dirinya dan Mujahidin  Syam melakukan perlawanan terhadap kekuatan militer rezim Assad, sembari meneriakan takbir, dengan tiba-tiba kilatan petir terlihat menyambar pasukan Assad.

"Banyak sekali telepon yang masuk kepada kami, (lihatlah ke langit, lihatlah ke langit), Subhanallah, seakan-akan petir bertakbir bersama kita, inilah salah satu karamah yang saya saksikan sendiri dengan ke 2 mata saya," ungkap Syeikh.

Syeikh Anas juga menceritakan kejadian yang menimpa mujahidin Syam yang pada saat itu dalam tahanan dan mengalami luka serius. Di dalam tahanan tersebut, mujahidin Syam yang mengalami luka parah itu harus menjawab semua pertanyaan tentara Assad. Pertanyaan yang diajukan tentara Assad itu merupakan keheranannya terhadap pasukan berjubah putih yang kebal terhadap tembakan.

"Siapakah mereka ? Ketika di tembak, mereka tidak merasakan apa-apa!" tanya tentara rezim. Mujahidin lalu menjawab, "Demi Allah, tidak ada seorang pun dari kami yang memakai baju putih."

Syeikh Anas hanya bisa tersenyum, yang kemudian mengatakan kepada Tim Jurnalis Bersatu, "Mereka adalah para malaikat, seperti apa yang difirmankan oleh Allah ﷻ di dalam surat Al-Anfal ayat 12," ujarnya.

Al-Anfal (8) ayat 12 : (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman." Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir..."

Kekejaman Syi'ah

Bashar Assad dari Syi'ah Nushairiyah (Al-'Uluwiyah-nya) yang merupakan keturunan Syiah Bathiniah dan Qaramithoh merupakan Syi'ah terkejam di dunia. Aliran ini memaksa kaum muslimin Syam supaya mengikuti mazhab dari aliran ini dan kalau tidak mengikuti kemauan aliran ini maka akan di siksa dan dibunuh.

Sebagaiman dalam sejarah mengungkapkan bahwa ada sebuah tragedi Genosida dengan jumlah 1 juta kaum Muslimin yang dibantai di daerah Shofwiyah. Pembantaian ini dilakukan oleh orang-orang Syi'ah dengan cara dipenggal. Dengan demikian kawasan Iran pun berubah dari Iran muslim Ahli Sunnah Wal Jama'ah (Sunni) menjadikan Iran Syi'ah. Dr. Al-Majdi Ar Rib'i yang merupakan sejarawan Islam mengatakan dalam sebuah penelitiannya bahwa Syi'ah Bathiniah menghalalkan segala cara untuk mensyi'ahkan orang-orang. Bagaimanapun caranya termasuk dengan menggunakan senjata dan api, dan akhirnya Syi'ah Bathiniah memaksa warga Iran mengikuti mazhab tersebut.

Dr. Al Majdi Ar Rib'i juga mengatakan bahwa dalam sejarah pada tahun 317 H, Syi'ah Al-Qaramithoh yang merupakan kelompok Syi'ah Bathiniah melakukan kekejaman di Masjidil Haram. Dengan membantai 30 ribu orang pada musim Haji tahun 317 H. Tidak hanya itu Syi'ah Al-Qaramithoh/kelompok Syi'ah Bathiniah ini, juga menghancurkan Qubah Zam-Zam, mendobrak pintu Ka'bah, merobek kain kiswah juga menyembelih jamaah haji yang memegang Ka'bah. Aksinya juga yaitu menanam kaum muslimin yang telah dibunuhnya di sumur zam-zam serta mencopot Hajar Aswad yang kemudian dibawa ke negaranya.

Sejarah terulang kembali, kali ini dilakukan oleh keturunannya yaitu rezim Bashar Assad dari Syi'ah Nushairiyah yang didukung sekutunya dari Iran, Rusia dan Syiah Hizbullah dari Libanon dan negara-negara sekutu lainnya. Rezim Bashar yang yang merupakan keturunan sebelumnya datang dengan versi modern. Secara brutal dan terus menerus melakukan aksi biadabnya. Dengan mengerahkan pasukannya juga menargetkan wilayah-wilayah pemukiman kaum muslimin Syam yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa.