Cineam.net

Umar bin Khattab Sang Penakluk Romawi dan Persia

Umar bin Khattab Sang Penakluk Romawi dan Persia

Ketika Khalifah Umar bin Khattab ditikam oleh Abu Lu'lu' Al-Majusiy dan beliau mengira bahwa kematian sudah dekat maka beliau memanggil putranya Abdullah. Kepada anaknya, Umar berkata: "Periksalah, berapa jumlah utang yang harus kubayar?"

Berkata Abdullah: "Maka beliau pun menghitung dan mendapati bahwa hutangnya sebanyak 86.000 dirham" (1 dirham = 2,975 gram perak). Kemudian Umar berkata: "Apabila keluarga Umar tidak mampu untuk melunasinya maka mintalah kepada Bani 'Adiy, dan apabila masih belum cukup juga maka mintalah kepada Quraisy, dan jangan minta kepada selain mereka".

Khalifah Umar bin Khattab, demikianlah potret seorang penguasa yang adil, sang penakluk dua negara adidaya ketika itu, Romawi dan Persia. Betapa menakjubkan, dibalik kekuasaannya justru memiliki banyak utang untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Hal itu baru terekspos ketika beliau sudah mendekati ajal. Itulah bukti betapa Umar sangat menjaga diri dari aji mumpung, memanfaatkan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri.

Kejadian itu sungguh kontradiktif dengan para penguasa di zaman ini yang hidup mewah. Akan tetapi meninggalkan utang yang banyak bagi rakyatnya. Kekuasaan yang diberikan tidak ditujukan untuk mensejahterakan rakyat tetapi rakyatlah yang harus menanggung derita.

Di zaman kita ini, tepatnya zaman mulkan jabbriyyan (pemimpin yang memaksakan kehendak 'diktator'). Para penguasa memiliki aset miliaran. Mereka hidup bergelimang dolar. Sebaliknya rakyat, untuk memenuhi kebutuhan perut saja sulit. Ditambah lagi dengan utang negara yang semakin hari semakin membengkak.

Belum lagi pajak yang mencekik leher, biaya hidup yang semakin melambung tinggi dan fasilitas umum yang jelek. Juga datangnya tenaga kerja asing bagai banjir bandang, jumlah pengangguran pribumi yang semakin banyak, kejahatan di semua lini dan lain-lain. Padahal pemilikan umum dan pemilikan negara begitu luar biasa apabila dikelola untuk kepentingan rakyat. Negeri kita adalah negeri yang sangat kaya akan sumber daya alam dan manusia. Tetapi rakyat di negeri ini bagai ayam yang kelaparan di lumbung padi.

Sungguh tercela penguasa yang hanya mementingkan pribadi dan kroninya, serta menipu rakyatnya, padahal Rasulullah ﷺ telah bersabda: "Tidaklah di antara hamba Allah yang diberikanNya kekuasaan dan dia mati dalam keadaan menipu rakyatnya kecuali Allah mengharamkan atasnya masuk sorga." (Muttafaq alaih)

Demikian kisah Khalifah Umar bin Khattabsang penakluk dua negara adidaya ketika itu, Romawi dan Persia.